Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Resolusi 2017: “Audit Seluruh Kapal Fiber!”

Pemuda Maritim - Terbakarnya kapal Zahro Express di pagi hari awal tahun 2017 merupakan peristiwa yang memilukan sekaligus memalukan bagi Indonesia. Peristiwa yang menewaskan puluhan penumpang tersebut menjadi penanda buruknya sistem keselamatan pelayaran nasional, dan harus segera dievaluasi secara menyeluruh. Demikian intisari pendapat dari pengamat dan praktisi pelayaran yang dihubungi Redaksi.

Menurut pengamat maritim dari NAMARIN, Siswanto Rusdi, kapal berbahan serat karbon (Fibreglass Reinforced Plastic) memang sangat riskan terhadap kebakaran. Karenanya, sistem kelistrikan dan pemadaman kebakaran harus selalu terpelihara baik. Karena terbilang High Risk, IMO (International Maritime Organization) memasukkan kapal fiber ke dalam HSC Code (High Speed Craft). Rusdi kurang yakin apakah kita sudah memenuhi regulasi IMO di atas.

Selain itu, Rusdi juga menyoroti buruknya manajemen keselamatan pelayaran, terutama pada otoritas keselamatan di bawah Kementerian Perhubungan.

“Syahbandar, sebagai pintu terakhir kelaiklautan kapal, harusnya memastikan itu semua sebelum kapal berlayar”, kata Rusdi.

Ali Yusa dari Asosiasi BoatBuilder Indonesia (Aibindo), yang sering membuat kapal dari bahan fiber berpendapat senada. Yusa mempertanyakan perawatan terhadap peralatan-peralatan yang digunakan kapal. Menurutnya, perlu perhatian khusus dalam penangangan kapal fiber.

“Nampaknya juga ada penggunaan peralatan kapal yang non – marine use. Ini bisa dilihat dari jenis AC (pendingin) yang digunakan. Selain itu, penggunaan accu nya bisa jadi bukan yang marine use,” jelas Yusa kepada Redaksi.

Menurut Yusa, banyaknya korban tewas menandakan tidak adanya standar keamanan kapal yang diterapkan oleh operator. Kapal berbobot 106 GT dengan kapasitas lebih dari 200 penumpang seharusnya telah menyediakan sistem dan peralatan safety yang memadai.

Siswanto Rusdi dan Ali Yusa sepakat bahwa mengingat kapal fiber sudah banyak dipergunakan, sudah saatnya dilakukan audit menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran nasional, terutama terhadap kapal fiber. 
Sumber : jurnalmaritim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply