Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Tetap Tolak Aturan Larangan Cantrang, Nelayan Tegal Gelar Mimbar Bebas

Pemuda Maritim - Nelayan Kota Tegal yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) menggelar mimbar bebas di depan Kantor PNKT kompleks Pelabuhan Perikanan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Senin (16/1/2017) siang.

Sejumlah nelayan bergiliran menyuarakan agar pemerintah mencabut peraturan larangan penggunaan alat tangkap ikan jenis cantrang. Sementara, ratusan nelayan datang dan meramaikan kegiatan tersebut.

Ketua PNKT, Susanto Agus menyatakan meskipun peraturan larangan cantrang ditunda enam bulan ke depan, pihaknya tetap menuntut agar pemerintah mencabut aturan tersebut.

"Nelayan Kota Tegal tetap menolak kebijakan tersebut. Makanya kami mengadakan mimbar bebas untuk mengakomodir suara- suara nelayan," tegas Susanto.

Menurutnya, nelayan cantrang sudah berusaha memperjuangkan nasib, baik melalui aksi demo ke DPRD, Pemerintah Kota Tegal, bahkan sampai ke pemerintah pusat. Namun, aspirasi tersebut tidak direspons.

Hal senada juga diungkapkan
Pengurus PNKT lain, Riswanto. Ia mengatakan nelayan hingga kini masih belum mau menerima kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Waktu penundaan cuma enam bulan, itu sangat mepet bagi nelayan mengganti alat tangkap. Makanya, kamk tetap menolak aturan tersebut," tegasnya.

Kendati demikian, ia tidak menolak kebijakan tersebut jika dibarengi dengan solusi tepat untuk meringankan nelayan.

Riswanto meminta pengalihan alat tangkap cantrang diperpanjang dua hingga tiga tahun mendatang. Sebab, untuk mengubah alat tangkap yang dinilai ramah lingkungan, membutuhkan biaya besar dan harus pesan terlebih dahulu.

Apalagi, kata dia, saat ini banyak nelayan dan pemilik kapal yang masih terjerat hutang di bank. PNKT mencatat, dari 90 orang nelayan, jumlah hutangnya mencapai Rp 69 miliar.

Ia menambahkan di Kota Tegal sebanyak 576 anggota PNKT, hampir semuanya menggunakan alat tangkap cantrang. Sementara, hampir 85 persen kapal di Kota Tegal didominasi jenis cantrang.
Sumber :  tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply