Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » 40 Kapal Nelayan asal Pekalongan Terjaring Razia di Banyuwangi

Pemuda Maritim - Sekitar 40 dokumen kapal nelayan asal Pekalongan, Jawa Tengah ditahan oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Ketapang, Wilayah Kerja Muncar, Banyuwangi.

Kapal-kapal pencari ikan itu terjaring razia karena tidak pernah memberikan laporan kepada otoritas pelabuhan setempat. Para kapal pecari ikan ini terpaksa sandar di Teluk Sembulungan, lantaran cuaca buruk yang sedang melanda perairan Selat Bali.

"Kita minta dokumen kapal mereka apakah kelengkapannya sudah ada. Kita tahan buku pelaut sebagai sanksi kepada kapal kapal itu," ujar Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan, Ummu Faedah, saat melakukan razia kapal di Teluk Sembulungan, Muncar, Sabtu (11/2/2017).

Sebelum menahan buku pelaut, pihaknya juga telah menghubungi pihak agen kapal agar segera mengurus dokumen yang dibutuhkan. Termasuk, mengenai buku pelaut terpaksa ditahan karena ada beberapa yang sudah mati masa berlakunya.

"Harusnya, 1x24 jam ada laporan dari kapal yang berlabuh di lokasi ini, tapi ini tidak. Tadi agen sudah mengetahui mengenai hal ini. Dan akan segera mengurus keperluan mereka," katanya.

Saat operasi tersebut, KUPP Kelas III Ketapang Wilayah Kerja Muncar, tak menemukan satupun nahkoda kapal yang muncul. Para ABK beralasan, para nahkoda sedang pergi ke darat untuk mencari keperluan kapal.

"Kita hanya berkordinasi pada ABK untuk memberikan peringatan mengenai operasi ini. Kita juga berpesan agar, kapten/nahkoda sendiri yang mengurus dokumennya di kantor nanti," ucap Ummu.

Sudah seminggu lebih para ratusan ABK kapal nelayan asal Pekalongan ini terpaksa bertahan di atas kapal yang sandar di Muncar, sembari menunggu cuaca kembali membaik.

"Saya sudah 10 hari di sini. Berangkat dari Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi untuk berlayar mencari ikan, tapi di tengah laut gelombang tinggi dan angin kencang sehingga terpaksa berhenti di sini," ungkap Turkijo salah seorang ABK kapal asal Pekalongan Kasih Setia VI. 
Sumber : detik.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply