Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Merah Putihkan Perbatasan, Ratusan Bendera Usang di Perahu Nelayan Diganti Baru

Pemuda Maritim - Forum Bela Negara (FBN) Kaltara membagikan sebanyak lebih dari 500 bendera merah putih kepada ratusan nelayan yang ada di perbatasan, tepatnya di Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Minggu (5/2/2017).

Selanjutnya, bendera merah putih ini akan dipasang di masing-masing perahu yang sehari-hari digunakan nelayan untuk mencari ikan.

Ketua FBN Kaltara Wahyudi, S.Pd, M.Si (Han) kepada Tribun mengatakan, kegiatan yang mengusung tema 'Merah Putihkan Laut NKRI' ini merupakan bentuk implementasi poin kesadaran berbangsa dan bernegara

"Yang kami bagikan sekitar 100 bendera seukuran bendera perahu untuk 100 nelayan. Tapi kami menyiapkan 500 bendera untuk dibagikan ke titik kampung nelayan lain yang ada di Pulau Sebatik," terang Wahyudi.

Dia memaparkan, tujuan kegiatan ini adalah sebagai bentuk apresisasi FBN kepada nelayan yang telah turut berjasa memerah-putihkan laut NKRI selama ini.

Dan memang kondisi saat ini, bendera yang dipasang di masing-masing perahu rata-rata sudah pudar dan usang.

"Jadi dengan adanya bendera baru menggantikan bendera mereka yang sudah sobek dan pudar," ujarnya.

Lebih jauh Wahyudi memaparkan, penggantian bendera ini juga sebagai bentuk eksistensi nelayan Indonesia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Juga sebagai menjadi penanda keberadaan Indonesia di laut lepas ditengah rawannya isu illegal fishing oleh pelaut asing, dan pengklaiman wilayah laut NKRI oleh negeri jiran.

"Insyaa Allah akan berkelanjutan. Karena fokus FBN adalah pada tema-tema nasionalisme dan bela negara. Dan nelayan adalah elemen bela negara paling utama di perbatasan," ujarnya.

Selain perahu nelayan, FBN kedepannya juga akan melakukan hal serupa ke perahu barang-barang milik warga Indonesia, yang biasa digunakan untuk mengangkut barang dari Indonesia ke Malaysia, dan sebaliknya.

Wahyudi tidak memungkiri bahwa saat ini, masih ada saja perahu-perahu Indonesia yang dipasang dua bendera negara.

Hal ini menurutnya terpaksa dilakukan karena perahu Indonesia tak akan diperkenankan masuk tanpa menggunakan bendera negara tujuan.

"Ada juga perahu yang memakai dua bendera. Itu perahu yang biasanya akan mengangkut hasil bumi kita, buat dijual di Tawau," katanya. (*)
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply