Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Musim Paceklik Ikan, Nelayan Muncar Jual Lemari dan Perabot Dapur

Pemuda Maritim  - Sejak lima bulan terakhir, nelayan Muncar Banyuwangi mengalami musim paceklik ikan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, para nelayan menjual perabotan rumah tangga seperti lemari, tempat tidur, kursi, televisi dan perabotan dapur miliknya.

Bu Sana (43), salah seorang istri nelayan yang ditemui Kompas.com, Selasa (21/2/2017), di Pasar Induk Muncar mengaku harus menjual barang-barang miliknya agar bisa memenuhi kebutuhan hariannya.

"Suami saya lima bulan nggak kerja. Nggak ada ikan, ya terpaksa harus jual barang-barang ini biar beli beras. Ada wajan, kompor, lemari sama ini baju syahrini," katanya sambil menunjukkan baju merah panjang.

"Baju ini saya jual 40 ribu rupiah, dulu belinya lebih 200 ribu rupiah. Kalo wajan ini 20 ribu rupiah saja," kata ibu lima anak tersebut.

Hal senada juga diceritakan Astuti (36), warga Muncar yang juga menjual peralatan dapurnya di depan pasar Muncar. Piring plastik satu lusin dia jual Rp 10.000.

"Kalau sudah nggak ada uang, saya jual barang dapur saya di pasar mulai jam 6 pagi sampai jam 9 pagi. Kalau lemari, televisi sudah laku biasanya tetangga-tetangga saya jualannya abis maghrib malam hari di wilayah Kali Moro sana. Kalo di pasar sini khusus jualan perabotan dapur dan baju-baju," jelasnya.

Sementara itu, Hasan Basri, ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia kepada Kompas.com menjelaskan, hampir delapan bulan nelayan di Muncar tidak melaut karena musim paceklik ikan.

Menurut Hasan Basri, paceklik ikan disebabkan karena faktor cuaca yang tidak menentu.

"Sejak Agustus 2016 lalu sudah masuk musim pacekli ikan dan diperkirakan berakhir sampai Februari tahun ini," jelasnya.

Saat ini, ada sekitar 13.475 nelayan yang ada di Muncar dan sekitar 2.000 perahu nelayan yang terparkir di pelabuhan Muncar yang menjadi salah satu pelabuhan ikan terbesar di Indonesia.

Menurutnya, untuk kapal ukuran 10 GT sampai 30 GT, nelayan butuh biaya minimal Rp 3 juta untuk melaut.

"Bisa dibayangkan jika satu hari minimal 3 juta dan masa kerja 20 hari dan ikan nggak ada ya rugi minal 60 juta. Jadi ya milih nggak melaut dan jual perabotan seperti lemari, tempat tidur dan semua barang yang dipunya," pungkasnya.
Sumber : kompas.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply