Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Sekitar 2.000 Nelayan Belum Mendapatkan Asuransi

Pemuda Maritim - Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta akan melanjutkan program bantuan premi asuransi bagi seluruh nelayan di daerah itu untuk menjamin kesejahteraan dan masa depan keluarga nelayan.

"Masih banyak yang belum mendapat asuransi, sehingga program itu akan kami lanjutkan," kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman Partosuwiryo di Yogyakarta, Senin 20 Februari 2017.

Suwarman mengatakan berdasarkan data terakhir yang dimiliki DKP DIY hingga saat ini baru 800 nelayan yang telah menerima bantuan premi asuransi nelayan. Sedangkan jumlah keseluruhan nelayan di DIY yang terdata dan memiliki kartu nelayan mencapai 2.968 orang.

Program bantuan premi asuransi nelayan merupakan program yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai upaya perlindungan atas risiko yang dialami nelayan selama melaut. Program itu juga sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Perlindungan Nelayan.

"Dengan demikian, jika memiliki asuransi nelayan bisa mendapatkan jaminan klaim dari pihak asuransi yang bekerja sama dengan pemerintah," ucapnya.

Menurut dia, pemberian asuransi nelayan ini sangat diharapkan para nelayan setempat sebab selama ini mereka sering mengalami kesulitan biaya pengobatan saat terjadi kecelakaan kerja karena belum memiliki jaminan asuransi.

Dengan asuransi itu, santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan hingga mengakibatkan kematian akan mendapatkan klaim hingga paling besar Rp 200 juta, cacat tetap Rp 100 juta dan biaya pengobatan sebesar Rp 20 juta.

Sedangkan santuan kecelakaan akibat selain melakukan aktivitas penangkapan ikan, jika terjadi kematian sebesar Rp 160 juta, cacat tetap Rp 100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta.

Menurut Suwarman, meski masih banyak nelayan yang belum memiliki asuransi, namun secara keseluruhan mereka telah terjangkau program Sertifikasi Hak Atas Tanah Nelayan (SeHAT) yang difasilitasi pemerintah pusat melalui DKP DIY. "Tahun ini program SeHAT itu masih akan kami lanjutkan khusus untuk pembudidaya ikan," tuturnya.

Sementara itu, Minat nelayan pantai selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mengikuti program asuransi nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan masih kurang.

"Kita sudah sering sosialisasikan program asuransi nelayan dari pusat dan memang iya minatnya masih kurang," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Yuswarseno di Bantul, Senin (21/11/2016).

Menurut Yuswarseno, pemerintah pusat melalui KKP tahun ini mulai menggulirkan program asuransi nelayan bagi jutaan nelayan di seluruh Indonesia, dan Bantul yang punya daerah pantai sudah mendata nelayan untuk diusulkan ikut program tersebut.

Sedangkan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul, Agus Priyanto mengatakan, pihaknya telah menyalurkan asuransi khusus tersebut kepada sekitar 600 nelayan di Kabupaten Gunungkidul.

"Pekerjaan nelayan dinilai memiliki resiko yang tinggi namun seringkali mereka tidak sadar akan resiko pekerjaan mereka," tuturnya.

Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya bantuan ini kesadaran akan arti pentingnya perlindungan asuransi. "Kami tahu pemerintah pusat secara bertahap memberikan bantuan asuransi namun kami yang di lapangan juga sedikit kerepotan dengan kuota yang diberikan dengan jumlah riil nelayan yang tidak seimbang sehingga menimbulkan kecemburun," ucapnya.
Sumber : www.pikiran-rakyat.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply