Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Tren Sampah Plastik Naik 15%, Cemari Sungai hingga Laut

Pemuda Maritim - Tren sampah plastik di Indonesia makin meningkat jadi 15% total sampah dalam 10 tahun. Plastik yang sulit terurai ini bisa mencemari sungai hingga laut.

Komposisi sampah di Indonesia saat ini masih didominasi sampah organik 60% dan sampah plastik 14% dari total timbulan sampah. Timbulan sampah adalah volume sampah atau berat sampah yang dihasilkan dari jenis sumber sampah di wilayah tertentu per satuan waktu. Bisa dikatakan tren timbulan sampah plastik dalam kurun waktu 10 tahun terakhir meningkat.

"Trend timbulan sampah plastik dalam kurun waktu 10 tahun terakhir meningkat sebagaiamana telah disampaikan oleh Dirjen PSLB3 (Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya-red), terutama di daerah perkotaan, mulai dari 11% di tahun 2005 menjadi 15% di tahun 2015," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Hal itu disampaikan Siti pada Workshop Pengelolaan Sampah di Pantai dan Laut, di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2017).

"Sumber utama sampah 48% berasal dari rumah tangga dan 24% dari pasar tradisional, sisanya dari kegiatan perkantoran dan lain-lain," lanjut Nurbaya.

Menurutnya pengelolaan sampah, terutama sampah plastik yang sulit terurai membuat potensi bahaya bagi lingkungan, mulai dari hulu di daratan masuk ke sungai, danau dan bermuara ke hilir, yaitu pantai dan laut.

"Pengelolaan sampah yang tidak sesuai di sumbernya, terutama sampah plastik yang karakteristiknya sulit terurai dalam waktu yang cukup lama membuat potensi bahaya bagi lingkungan mulai dari hulu di daratan masuk ke sungai, danau dan bermuara ke hilir, yaitu pantai dan laut," ungkapnya.

Dari data yang diungkap untuk kota Jakarta sendiri dalam sehari menyumbang sampah tidak kurang dari 7.500 ton. Jakarta saat ini sedang kerja keras untuk menyelesaikannya.

"Jakarta saja sehari menyumbang tidak kurang 7.500 ton dengan ratusan truk tiap harinya. Namun saat ini Jakarta sedang kerja keras menyelesaikannya," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa masalah sampah di Indonesia telah menjadi isu nasional. Ia menargetkan pada tahun 2025 di laut Indonesia sudah bersih dari sampah.

"Pada pandangan saya, kondisi sampah sudah cukup darurat di Indonesia, terutama bila kita bandingkan dengan agenda-agenda nasional yang berasosiasi dengan kondisi lingkungan yang bersih," imbuh dia.

Menurutnya penanganan sampah tidah hanya ketika acara peringatan saja, melainkan sudah ada kegiatan nyata yang dilakukan untuk mendaur ulang sampah. Hingga saat ini belum ada yang bisa selesaikan masalah sampah secara tuntas.

"Ini cukup menjadi perhatian terutama untuk target udara bersih dan lingkungan pariwisata. Hampir dipastikan belum ada yang bisa selesaikan sampah secara tuntas. Bapak presiden sudah meminta untuk mengupayakan," imbuhnya.

Meski demikian dirinya cukup optimis untuk pengelolaan sampah ini. Dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan swasta dirinya menargetkan tahun 2025 Indonesia telah bersih dari sampah.

"Saya memilki optimisme untuk upaya kita bersama dalam pengelolaan sampah ini dan sekaligus kita juga memahami kesulitan-kesulitannya. Kita akan ajak kerja sama dengan perusahan swasta juga agar tahun 2025 Indonesia telah bersih dari sampah," tutupnya. 
Sumber : news.detik.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply