Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Vietnam Jadi Produsen Lobster Terbesar di ASEAN Tapi Bibitnya dari RI

Pemuda Maritim - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil menggagalkan 65.749 ekor benih lobster. Puluhan ribu benih lobster tersebut menurut rencana akan diselundupkan ke Singapura dan Vietnam.

Wakil Kepala Bareskrim Polri Antam Novambar mengungkapkan, estimasi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 7 miliar. Menurut Antam, dari kebanyakan kasus yang terjadi benih lobster banyak diselundupkan dan diekspor ke negara Vietnam.

"Kerugian luar biasa kepada negara Indonesia. Kalau hal ini terus berlangsung, satu benih harganya 2 dolar AS itu bisa puluhan ribu satu dalam koper ke Vietnam sehingga Vietnam menjadi negara terbesar penghasil lobster," ungkap Antam saat konferensi pers di Lantai 6 Gedung Mina Bahari II, kantor pusat KKP, Gambir, Jakarta, Senin (27/2). 

Arman menambahkan, benih lobster dari Indonesia kemudian dipelihara nelayan Vietnam dan kemudian dijual dengan harga jual cukup tinggi. Setiap 1 kg lobster dihargai 100 dolar AS atau sekitar Rp 1,3 juta (kurs Rp 13.000/dolar AS).

"Setelah dibesarkan di sana satu kilogram 100 dolar AS," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPMKHP) KKP Rina mengungkapkan, sindikat penyelundupan benih lobster yang berhasil ditangkap tergolong profesional dan sudah beberapa kali melakukan hal yang sama. Dari hasil tangkapan ini, KKP mengaku akan memperketat proses pemeriksaan di bandara apalagi modus yang digunakan para sindikat mengelabui petugas semakin canggih.

Modus pertama adalah tersangka membeli benih lobster dari nelayan. Setelah ditampung oleh pengepul, benih lobster tersebut dikemas dalam plastik yang diisi dengan media spon basah beroksigen, sehingga benih lobster bisa hidup sampai negara tujuan.

Modus lainnya benih lobster tersebut dikirim melalui kargo udara dengan diantar via taksi online. Puluhan ribu benih lobster tersebut diletakkan di dalam plastik yang diisi media spon basah beroksigen dengan sedikit air dan dipacking dalam styrofoam.

"Potensi hanya Rp 7 miliar dari 65.000 ekor. Kalau ini dipelihara mati saja 50 persen jadi 35 ribu, itu bisa berapa ton? Jaringan yang bisa kita tangkap bersama temen-temen semua ini jaringan besar. Salah satunya sudah membawa 52 kali, itu sekali jalan bisa Rp 1,2 miliar," jelasnya.
Sumber : kumparan.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply