Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Harus Kompak Hentikan Kebiasaan Nelayan Pakai Pukat Hela

Pemuda Maritim - Fakta miris terungkap dari puluhan nelayan yang ditangkap Satuan Patroli Daerah Direktorat Polisi Air Kepolisian Daerah Jawa Timur (Satrolda Ditpolair Polda Jatim). Nelayan Gresik dan Lamongan yang tertangkap di Ujung Pangkah, Gresik, turun temurun menangkap ikan puluhan tahun silam menggunakan pukat hela atau trawl.

Penggunaan alat jaring terlarang itu diyakini sangat merusak eksosistem laut. Pukat hela berdasar pengalaman terbukti merusak terumbu karang. Ikan-ikan kecil yang belum layak untuk diambil ikut terjaring.

Kasat Patroli Ditpolair Polda Jatim AKBP Heru Prasetyo mengatakan, pihaknya bersama pemerintah sudah sering melakukan sosialisi. Sasarannya para nelayan terkait penggunaan alat jaring tangkap ikan yang dilarang. Namun, banyak kendala yang dihadapi para penegak hukum korps coklat-coklat itu.
SAMPAI KAPAN?: Kapal-kapal nelayan diamankan Satrolda Ditpolair Polda Jatim. Keterbatasan status ekonomi sosial membuat nelayan tidak dapat menggunakan alat tangkap yang aman buat lingkungan.

SAMPAI KAPAN?: Kapal-kapal nelayan diamankan Satrolda Ditpolair Polda Jatim. Keterbatasan status ekonomi sosial membuat nelayan tidak dapat menggunakan alat tangkap yang aman buat lingkungan. 

'' Kami sudah sering menggalakkan sosialisasi kepada pera nelayan. Namun kendalanya harga alat jaring tangkap ikan yang tidak berbahaya ini cukup mahal. Berkisar Rp 10 juta. Sedangkan untuk pukat hela yang biasa digunakan para nelayan ini harganya cukup miring. Yakni Rp 3 juta,'' beber Heru kepada JawaPos.com.

Di satu sisi, nelayan belum mampu untuk membeli jenis alat jaring yang tidak berbahaya. Di sisi lain, pemerintah pun juga belum sanggup untuk membantu menyediakan jenis alat jaring yang aman digunakan kepada para nelayan.

Pamen dua melati itu khawatir kerusakan ekosistem ikan di laut semakin parah jika penggunaan pukat hela berlangsung terus-terusan. ''Sangat berbahaya bagi ekosistem di laut. Padahal, seperti yang kita ketahui, terumbu karang memiliki peranan yang vital dalam ekosistem tersebut,'' tegas Heru. 
Sumber : www.jawapos.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply