Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Kepada DPD RI, APMI Sampaikan Agenda Prioritas Maritim tahun 2017



Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) menemui Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, (3/3). Dalam pertemuan itu, Ketua DPD RI H. Mohammad Saleh, mengungkapkan rasa bangganya kepada APMI yang beberapa tahun ini concern terhadap masalah kemaritiman nasional, terutama nelayan.

“Indonesia sebagai negara maritim yang tetapi kenapa fokusnya baru di perikanan darat saja. Ini harus kita bahas lebih lanjut dengan pemerintah. APMI sudah dalam posisi yang pas saat ini karena fokus terhadap masalah maritim,” ujar Saleh.

Lanjut Saleh, posisi nelayan saat ini dalam kondisi yang lemah. Bahkan kondisinya lebih buruk dari petani.

“APMI harus mengambil peran di bidang kemaritiman dimulai dari hal kecil seperti pemberdayaan masyarakat di desa pesisir dan nelayan,” jelas Saleh yang merupakan senator asal Bengkulu

Saleh juga menegaskan bahwa sektor maritim seharusnya bisa memperkaya Indonesia. Karena ia melihat yang mencuri di laut saja bisa kaya raya apalagi kalau lautnya dikelola dengan baik.

Maka dari itu, ia meminta APMI agar memiliki kajian untuk memberikan solusi terkait masalah kesejahteraan masyarakat pesisir. Sementara pihaknya siap mensupport kegiatan APMI di daerah. “Terkait kegiatan APMI yang bisa disandingkan dengan daerah, kami siap support,” tandasnya.

Dalam pertemuan itu, Ketua DPD RI didampingi beberapa senator lainnya, yakni anggota DPD dari Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur.

DPD memandang, Indonesia yang memiliki sumberdaya laut terbaik di dunia mengalami salah kelola. Hal itu dibuktikan dengan terlalu banyaknya aturan di laut, sehingga masing-masing stakeholder bertindak sendiri-sendiri.

“Harus dipikirkan bagaimana memangkas aturan tersebut agar menjadi lebih simpel,” pungkas Saleh.
Karena sejatinya hal itu juga sejalan dengan prinsip Otonomi Daerah yang harus mensejahterakan rakyat melalui sinkronisasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

APMI yang diwakili oleh Ketua umumnya, Reynaldi Bahri Tambunan dan Sekjen Ahlan Zulfakhri serta beberapa kepala bidang di kepengurusan pusat, memaparkan sejarah dan legitimasinya sebagai organisasi kepemudaan yang fokus terhadap masalah maritim.

“Berawal dari keprihatinan kami saat melihat kondisi kemaritiman Indonesia di tahun 2013 yang tak kunjung membaik sehingga saat untuk kami tergerak untuk mengumpulkan teman-teman yang sevisi dengan kami,” terang Sekjen APMI Ahlan Zulfakhri.

Selanjutnya, Ahlan mengemukakan program APMI di tahun 2017 ini di antaranya melaksanakan perlindungan nelayan dan menggelar kegiatan Indonesia Maritime Youth Week (IMYW).

‘Insya Allah, kegiatan IMYW akan diadakan pada bulan April mendatang sekaligus merayakan Hari Nelayan yang jatuh pada 6 April,” ungkap lulusan Perkapalan Undip tersebut.

APMI saat ini sudah memiliki cabang di 17 provinsi. Target membangun pengkaderan di setiap provinsi juga menjadi agenda APMI di tahun 2017 ini.

“Kami sudah mendapat dukungan dari Kemenko Maritim dan beberapa stakeholder kemaritiman lainnya. Intinya kami mengajak seluruh komponen untuk bersatu membangun Poros Maritim Dunia,” tutup Ahlan.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply