Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Tongkang yang Sebulan Terdampar di Pantai Lontar Dikeluhkan Nelayan

Pemuda Maritim - Kapal tongkang AMB Leonardo 01 terdampar di perairan Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Sudah sebulan kapal ini menganggu aktivitas nelayan dan petani rumput laut.

Marsyad (40) , pengurus Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lontar mengatakan kapal terdampar pada 13 Februari 2017 lalu pada sekitar pukul 05.00 WIB. Begitu masyarakat tahu, warga di sekitar TPI lalu melaporkan penemuan tersebut ke pihak Polair (Kepolisian Perairan) Banten.

Begitu laporan disampaikan ke pihak Polair. Dua hari kemudian 4 orang pihak yang mengaku berkepentingan dengan kapal tongkang datang ke pantai Lontar. Mereka mengaku sebagai pemilik dan berjanji bertanggung jawab terhadap kapal tersebut.

"Yang jelas pemiliknya pernah datang ke sini. Saya kurang tahu dari PT apa. Yang jelas ada pengakuan dari yang punya," kata Marsyad saat ditemui di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Rabu (29/3/2017).

Marsyad mengatakan, terdamparnya kapal tongkang tersebut merugikan nelayan Desa Lontar dan petani rumput laut. Saat pasang pada tanggal 24 Februari lalu, kapal terombang-ambing dan merusak lahan petani rumput laut. Warga panik dan menarik kapal lalu disandarkan dekat dermaga.

"Saya ingin (kapal) dievakuasi, owner janji-janji saja. Ternyata kan belum realisasi. Makanya, masyarakat resah dengan keberadaan ini karena menganggu nelayan tangkap," jelasnya.

Tongkang yang Sebulan Terdampar di Pantai Lontar Dikeluhkan NelayanFoto: Tongkang terdampar di Pantai Lontar (Bahtiar-detikcom)


Warga di Lontar sendiri menurut Marsyad, tidak bisa memastikan apakah kapal tongkang tersebut mengangkut pasir laut atau batu bara. Yang jelas menurutnya saat terdampar, kapal dalam keadaan kosong tanpa ABK.

Ia meminta kepada pemilik kapal tersebut agar segera mengevaluasi kapal tongkang.

"Ada indikasi kerugian. 34 orang petani rumput laut masing-masing rugi dari 350 ribu sampai 9 juta. Harapannya, kepada pemilik kapal segera dievakuasi dengan segala bentuk kerugian petani dibayar," katanya lagi.

Petani Rumput Laut Rugi Puluhan Juta Rupiah

Januri (47), petani rumput laut asal Desa Lontar Kecamatan Tirtayasa mengatakan tanaman rumput laut miliknya rusak. Bahkan sekitar 4 ton rumput laut yang mestinya panen rusak akibat terdamparnya AMB Leonardo 01. Ia pun mengaku tak bisa menanam kembali akibat patok bambu miliknya rusak.

"Kerugian total minimal sekitar 4 ton. Itu dikalilan Rp 1.500 perkilonya. 40 Batang patok bambu saya juga rusak," kata Januri di Pantai Lontar.

Akibat rusaknya tempat tanam rumput laut, Januri yang sudah menjadi petani rumput laut sejak 6 tahun lalu di pantai Lontar juga tidak bisa menanam. Ia meminta kapal tongkang yang terdampar agar segera dievakuasi dan diambil pemilik kapal.

"Saya orang Lontar asli, sudah 6 tahunan tanam rumput laut. Itu (kapal) ngerusaknya kemana-mana," paparnya.

Marsyad (40), pengurus Tempat Pelelangan Ikan (TPI) desa Lontar mengatakan kerugian petani rumput laut akibat AMB Leonardo 01 sekitar Rp 94 juta. Jumlah itu adalah hasil laporan dari keluhan warga yang melapor kepada dirinya untuk disampaikan ke pihak pemilik kapal.

"34 orang petani rumput laut (terdampak). Masing-masing kerugian ada Rp 4,5 juta yang paling besar Rp 9 juta, ada yang Rp 350 ribu. Total kerugian Rp 94 juta," katanya.

Direktur Polair Polda Banten Kombes Imam Thobroni, saat dikonfirmasi terpisah, mengatakan negosiasi antara pihak perusahaan pemilik kapal dan nelayan rumput laut yang dirugikan sedang dilakukan. Perkiraan kerugian akan dihitung karena petani di sana protes tanaman rumput laut yang rusak.

"Masih dinego-nego sama perusahaan. Itu tergantung perusahaan sama masyarakat. sudah dipertemukan," ucap Imam.

Mengneai pemilik kapal karam tersebut, Imam menyebut kapal itu milik PT Ganda Sari.

"Itu punya PT. Ganda Sari, perusahaan reparasi docking kapal," ujar Imam.
Sumber : detik.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply