Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Unik, Ada Lomba Balap Miniatur Kapal Nelayan di Trenggalek

 Panitia lomba, Joko Wahono mengatakan, seluruh miniatur yang dilombakan ini adalah kapal nelayan khas Trenggalek jenis slerek dan dikendalikan menggunakan remote control.

"Miniatur kapal ini merupakan karya para nelayan dan pemuda yang ada di pesisir Trenggalek, serta beberapa mahasiswa dari luar kota. Alhamdulillah setiap tahun animonya semakin bertambah," katanya.

Llayaknya perlombaan balap profesional, puluhan miniatur kapal nelayan tersebut terlebih dahulu mengantre di "paddock". Para teknisi serta nahkoda melakukan persiapan teknin dan nonteknis sebelum terjun di sisrkuit balapan Prigi Fest di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo.

Setelah persiapan maksimal, saatnya lomba dimulai. Balapan tersebut dibagi dalam beberapa grup, dalam satu kali "race" terdapat dua atau tiga kapal yang untuk saling beradu kecepatan untuk melibas lintasan sirkuit.

Dengan cekatan para nahkoda mengendalikan laju miniatur kapal menggunakan remote control, agar tetap melaju dengan kencang dan berada dalam lintasan. Tak jarang beberapa kapal harus keluar sirkuit, bahkan beberapa kali terjadi tabrakan sesama peserta.

Menurut Joko, adu balap miniatur kapal nelayan ini sengaja digelar untuk mengisi kekosongan, pada saat tangkapan nelayan sedang sepi. Selain itu juga sekaligus untuk menggali kreatifitas warga.

"Kebetulan pada saat bulan-bulan seperti ini para nelayan tidak melaut. Harapannya dengan kegiatan ini, nelayan bisa mendapatkan pemasukan, apakah dari jualan atau yang lainnya, karena acaranya tidak hanya balap kapal saja," ujarnya.

sementara itu salah seorang peserta, Sugeng mengaku membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mengikuti perlombaan ini. Untuk proses pembuatan kapal dan penentuan mesin dibutuhan keahlian dan kecermatan, karena apabila salah salam perhitungan, kapal tidak akan bisa melaju kencang.

"Yang paling sulit itu adalah menentukan penggeraknya, karena kalau terlalu kecil kapal sulit jalan, kalau terlalu besat juga demikian. Jadi harus benar-benar presisi," katanya.

Ia mengaku cukup bangga bisa mejadi bagian even tahunan yang digelar di kawasan Pantai Prigi ini, karena selain menyalurkan hobi juga sekaligus bisa memupuk kreatifitas.

Sedangkan, Wimantara, peserta dari salah satu perguruan tinggi asal Surabaya mengaku baru pertama kali mengikuti perlombaan ini. Menurutnya, ajang perlomban tersebut cukup menarik, meskipun kapalnya belum bisa mengimbangi kapal dari peserta lain, ia mengaku cukup senang.

"Kalau peserta yang lain kelihatannya persiapannya sudah matang, mulai dari desain kapal hingga mesinnya. Kemungkinan nanti kalai ada acara seupa pada tahun depan kami pasti ikut," ujarnya kepada detikcom.

Ajang kreatifitas nelayan dan pemuda di peisir selatan Trenggalek ini, rutin digelar setiap tahun bersamaan dengan sejumlah event yang lain dalam wadah Prigi Fest. Pada tahun ini juga digelar beberapa kegiatan, mulai dari pameran miniatur kapal, lomba bahasa Jawa, wisata kuliner hingga konser musik band Kotak dan Naff. 

Komunitas pemuda G-9 di Pesisir selatan Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek menggelar lomba balap minatur kapal. Lomba ini diikuti para nelayan dan pemuda dari berbagai daerah.
Sumber : detik.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply