Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Kapal Pukat di Aceh Meledak, Tiga Nelayan jadi Korban

Pemuda Maritim - Tiga nelayan di Banda Aceh dilarikan ke Rumah Sakit setelah menjadi korban ledakan di kapal pukat yang sedang bersandar di Dermaga Lampulo, Banda Aceh, Kamis 20 April 2017.

Sejumlah saksi mata menuturkan ledakan terjadi di kabin mesin KM Sinar Jaya 7, sekitar pukul 17.00 WIB. Kapal kayu dibalut fiber tersebut dengan bobot 90 GT.

"Ada tiga korban yang saya lihat keluar dari kamar mesin kapal. Dua di antaranya dalam kondisi kulit terkelupas. Seorang lainnya, terjun ke sungai dengan kondisi terbakar," ungkap saksi mata, Armaini, seperti dikutip Antara.

Warga Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, itu menuturkan dirinya sempat mendengar ledakan keras dari kapal. Namun, ia tidak mengetahui apa yang meledak.

"Setelah ledakan, saya langsung mendatangi kapal. Tiba-tiba saya melihat tiga korban keluar dari kapal satu per satu. Dua ke dermaga dan satu lagi melompat ke air. Ketiganya dibawa secara terpisah oleh warga ke rumah sakit," kata Armaini.

Tiga korban tersebut yakni Fahmi, 37, alamat Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Korban mengalami luka di kaki akibat terkena pecahan kaca. Kemudian, Bachtiar, 27, warga Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Korban mengalami keseleo pada saat memadamkan api. Kemudian Fauzi, 28, warga Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Korban mengalami luka bakar di kaki dan tangan.

Ketiganya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banda Aceh Ridwan menyebutkan, pihaknya menerima informasi ledakan dan kebakaran di kapal pukat tersebut sekitar pukul 17.00 WIB.

"Informasi disampaikan masyarakat melalui Pos Pemadam di Jalan Pelangi. Informasi diteruskan ke kantor induk. Hingga akhirnya kami mengerahkan tiga mobil pemadam kebakaran dan satu mobil tangki penyuplai air," kata dia.

Ridwan mengatakan, kebakaran bisa diatasi dan tidak sempat menghanguskan kapal secara keseluruhan. Kebakaran hanya terjadi di kamar mesin. "Namun, proses pemadaman di kamar mesin sempat terkendala karena ada banyak sekat yang menyulitkan petugas menyemprotkan air. Kendati begitu, insiden
tersebut bisa diatasi," kata Ridwan.

Informasi awal, kata dia, kebakaran dipicu adanya ledakan mesin listrik atau genset. Saat itu, para korban sedang berada di dalam kamar mesin sedang melakukan perbaikan. "Petugas dan armada pemadam tetap bersiaga di lokasi kejadian hingga kondisi kapal benar-benar aman. Sedangkan korban sudah dibawa ke rumah sakit," kata Ridwan.
Sumber : metrotvnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply