Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » KKP Jaga Ikan dan Terumbu Karang di Laut RI Pakai Satelit

 Pemuda Maritim - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalin kerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) guna memperkuat pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan antara Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dengan Deputi Bidang Teknologi Antariksa Lapan.

Adapun ruang lingkup kerja sama berupa pemanfaatan teknologi satelit yang dimiliki oleh LAPAN dan juga teknologi penerbangan, seperti teknologi UAV (Unmanned Aerial Vehicle).

Implementasi dari kerja sama ini, nantinya akan difokuskan pada pemanfaatan data satelit LAPAN-A2 dan LAPAN-A3 untuk kebutuhan data Automatic identification System (AIS) atau pelacak otomatis di Pusat Pengendalian (PUSDAL) Ditjen PSDKP.

Implementasi lain dari kerja sama ini adalah Pemantauan dan Pengawasan SDKP dengan menggunakan kamera multispectral imager dan kelancaran komunikasi radio untuk pengawasan.

"Saat ini satelit A2 dan A3 sudah selesai dan bisa diorbitkan. Ini bisa mendapatkan data dari kapal-kapal yang berada di laut. Misalnya ada kapal pesiar yang tabrak terumbu karang, satelit kami bisa memantau itu. Selain itu, satelit kami membawa kamera yang bisa memantau kondisi daratan dan lautan," ujar Deputi Bidang Teknologi Dirgantara LAPAN, Rika Andiarti ditemui di KKP, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Satelit LAPAN A2 dilengkapi kamera digital dan kamera video analog untuk mengamati muka Bumi, seperti pemetaan perubahan tata guna lahan. Hal ini memungkinkan KKP melakukan pemantauan langsung terhadap pengawasan di laut, termasuk pemetaan garis pantai.

"Teknologi lainnya, seperti UAV. LAPAN sudan memanfaatkan UAV ini untuk beberapa pemantauan bencana, hotspot dan illegal logging, dan juga pemetaan garis pantai. Dengan ini, bisa lebih mudah dilakukan pemetaan garis pantai tersebut," tambahnya.

Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Eko Djalmo berharap, dengan adanya kerja sama ini, dapat mengoptimalkan peran berbagai instansi untuk menjaga potensi sumber daya laut Indonesia untuk mendukung pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Selain itu, pemanfaatan teknologi akan membantu KKP menghemat anggaran mengoptimalkan waktu operasional pengawasan di laut.

"Dengan ini, mudah-mudahan kita bisa lebih optimal mengawasi sumber daya laut kita. Tugas kami adalah mencegah untuk kejadian seperti di Raja Ampat kemarin. Harapan kami dengan teknologi yang dimiliki sekarang, pengawasannya jadi lebih komprehensif, sehingga tidak terjadi lagi hal-hal demikian," pungkasnya. Sumber : finance.detik.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply