Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Balapan Perahu Adu Cepat di Muara Airkantung

Pemuda Maritim - Perahu kayu, bermesin 24 PK melaju kencang saling kejar-kejaran. Kapal nelayan berawak masing-masing dua ABK itu, muluncur di permukaan air, beradu cepat memasuki mulut Muara Airkantung Sungailiat, Kamis (6/4/2017) petang.

Tak lama terdengar teriakan satu diantara mereka. "Horee....! Kami menang!" Jerit nelayan itu dari kejauhan. Rupanya, dua kapal tadi, sedang unjuk kebolehan adu cepat tiba di Dermaga Pelabuhan Perkasa Sungailat, masuk melalui mulut Muara Airkantung Sungailiat.

Ini jarang terjadi sebelumnya. Sebab kondisii air laut ketika itu berangsur surut. "Lumayanlah iseng-iseng cari hiburan, lomba adu cepat melintas mulut Muara Airkantung, saat pulang melaut," kata Saparudin (35), nelayan lokal di daerah ini, ketika merapat di pelabuhan, membalas sapa Wartawan Bangka Pos Group.

Baginya, laut merupakan ladang kehidupan keluarga. Sejak kecil, Saparudin kerab bermain di sekitar muara.

"Mumpung mulut Muara Airkantung tak dangkal lagi. Jadi iseng-iseng kita adu cepat balapan perahu saat pulang melaut sama teman-teman, nelayan disini," katanya.

Tak lama berselang, Saparudin membereskan peralatan melautnya. Tampak kotak berwarna kuning (fiber) berisi ikan hasil tangkapan. "Hasil tangkapan kami, tak menentu. Kadang lumayan, kadang tak seberapa hasilnya. Yang jelas cukuplah untuk menghidupi keluarga," kata ayah dua anak berdarah Sulawesi, tinggal di Lingkungan Nelayan II Sungailiat itu, menebar senyum..

Beberapa saat kemudian, rekan Saparudin di perahu lainnya merapat di dermaga. Dari kejaduan, nelayan ini tersenyum ketir karena kalah adu cepat masuk mulut muara lawan perahu Saparudin. "Perahu saya kalah cepat, maklumlah, mesinnya sudah tua" katanya.

Apa yang dilakukan kawanan nelayan ini, tentu berbeda dari sebelumnya. Beberapa tahun silam, nyaris tak ada senyum di wajah mereka. Berkali-kali perahu mereka kandas, bahkan terbalik ketika sampai di mulut muara ini. "Dulu perahu kami sering kandas, dan pernah beberapa kali terbalik di muara. Saat itu muara Airkantung begitu sempit dan dangkal. Jangankan untuk balapan seperti ini,, untuk bisa masuk muara saja susah," kenangnya.

Saparudin bersyukur, pada akhirnya keadaan sedikit berubah. Walau terkesan lambat, namun upaya pemerintah daerah mengeruk mulut Muara Airkantung, terlaksana juga, sejak tiga tahun terakhir. "Padahal dulu hampir seiap saat, kawan-kawan kita, para nelayan disini teriak. Rasanya tiap hari mau demo kalau lihat kondisi muara dangkal. Sekarang kondisinya sudah mendingan. Muara ini lebih baik dari sebelumnya," katanya.

Kisah Saparudin dan nelayan sekitar tentu sangat bermakna. Muara bagi mereka seoalah sebuah kebutuhan pokok'. Tanpa muara, maka perahu parkir di Pelabuhan Perkasa dan Jelitik, tak ada artinya. "Kalau muara tertutup, gimana kita bisa keluar melaut?" sindirnya.

Tak herak jika beberapa tahun silam , para nelayan sering merong-rong pemerintah daerah agar melakukan pengerukan.

"Dulu kami sering protes, demi ke pemerintah. Syukurlah, akhirnya pemerintah memenuhi aspirasi kami. Pengerukan muara akhirnya dilakukan. Kalau saja dulu tidak dilakukan pengerukan muara, mungkin saat ini perahu nelayan disini sudah karam semua," katanya.

Mengenai pola pengerukan muara dan siapa pelaksananya, Saparudin
tak mau tahu. Yang terpenting, baginya, keberadaan muara sangatlah vital.

"Bagaimana pola pengerukan, dan siapa yang mengeruknya, itu tidak penting bagi kami. Yang kami butuhkan, muara ini harus terus diperdalam," katanya.

Satu hal lagi kritikan Saparudin untuk pemerintah, yaitu soal pemasangan dam talut di sekitar muara yang belum terlaksana.

"Harusnya pemerintah pasang dam talud supaya pasir dari dataran tinggi tidak mudah turun kembali masuk ke muara," imbaunya.

Sementara itu, pantauan Bangka Pos Group di Muara Airkantung, terlihat sejumlah alat berat milik PT Pulomas Sentosa. Perusahaan ini sejak tiga tahun terakhir melakukan pengerukan muara atas dasar kerjasama MoU dengan Pemkab Bangka, beberapa tahun silam. Namun, Kamis (6/4), aktifitas perusahaan ini tampak lenggang. Tak terlihat kesibukan PT Pulomas sore itu, seperti hari-hari sebelumnya.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply