Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Bebas Melaut di Scarborough Shoal

Pemuda Maritim -  Suasana berbeda terlihat di wilayah perairan sengketa Scarborough Shoal, Laut Tiongkok Selatan (LTS), dalam beberapa hari terakhir. Dibawah kaki langit, sejumlah kapal-kapal nelayan Tiongkok dan Filipina melabuhkan jangkar mereka di Scarborough Shoal dengan situasi damai.

Tak jauh dari kapal-kapal itu, sejumlah kecil armada kapal penjaga pantai Tiongkok, terlihat berkeliaran tak jauh dari Scarborough Shoal.

Kehadiran kapal nelayan Tiongkok itu terjadi hanya selang sembilan bulan setelah putusan Mahkamah Arbitrasi Internasional yang melarang kapal nelayan Tiongkok untuk mencari ikan di Scarborough Shoal. Putusan itu ditolak oleh Beijing yang saat ini mengklaim hampir sebagaian besar kawasan LTS.

Pihak Filipina agak melunak setelah saat ini Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, sedang bernegoisasi terkait pinjaman, investasi, dan kesepakatan dagang bernilai miliaran dollar AS dengan Tiongkok. Di sisi lain, sikap Tiongkok juga melunak dengan memerintahkan kapal patrolinya untuk berhenti mengusir kapal nelayan Filipina.

“Senang sekali kami sekarang diperbolehkan mencari ikan lagi disini. Saya jadi bisa kembali mencari nafkah untuk keluarga,” kata Vicente Palawan, nelayan asal Filipina kepada Reuters yang memantau situasi terkini di Scarborough Shoal seperti diwartakan pada Senin (10/4). Kunjungan ini merupakan akses pertama yang diberikan bagi media asing sejak Tiongkok merampas Scarborough Shoal pada 2012. Scarborough Shoal bukan hanya diperebutkan oleh Tiongkok dan Filipina, tetapi juga diklaim oleh Taiwan dan Vietnam.

Palawan sebetulnya kurang suka dengan banyaknya nelayan-nelayan asal Tiongkok ikut mencari ikan di Scarborough Shoal karena hal ini bisa mempengaruhi hasil tangkapannya. Namun baginya, berbagi ikan lebih baik ketimbang diusir oleh kapal penjaga pantai dari Tiongkok.

Meski para nelayan itu sekarang diberikan kelonggaran, tetapi saat yang sama kehadiran militer Tiongkok di Scarborough Shoal semakin tinggi. Pasukan penjaga pantai sekarang bahkan lebih banyak dibanding tahun lalu. Kondisi ini, telah menimbulkan kekhawatiran pemerintah Filipina kalau Beijing sangat berambisi menguasai Scarborough Shoal, sama seperti pulau-pulau buatan lainnya di Kepulauan Spratly, yang masuk dalam zona ekonomi eksklusif Filipina.

Mahkamah Arbitrase Internasional tahun lalu memutuskan bahwa wilayah Scarborough Shoal di LTS bebas dari klaim kedaulatan dari semua negara. Dengan semakin besarnya kehadiran militer dan patroli penjaga pantai Tiongkok, Filipina mengkhawatirkan nasib Scarborough Shoal akan sama dengan pulau-pulau sengketa lain yang jatuh ke tangan Beijing.

Namun para nelayan tampak tak terpengaruh dengan situasi itu. Beberapa nelayan, bahkan memutuskan ingin tinggal lebih lama di Scarborough Shoal agar bisa mendapat ikan lebih banyak.
Sumber : koran-jakarta.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply