Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Sampang Keluhkan Hasil Tangkapan Ikan Merosot

Pemuda Maritim - Ribuan nelayan di Kabupaten Sampang mengeluhkan hasil tangkapan yang menurun akibat keberadaan ikan yang semakin jarang. Selain karena akibat cuaca yang tidak menentu, mereka juga menduga ikan susah didapat karena dampak dari pengeboran migas. Namun, mereka hanya bisa pasrah dengan situasi serta kondisi saat ini.

Hal tersebut disampaikan Maulana Zaini, penyuluh di Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, saat dikonfirmasi suarajatimpost.com, Kamis (06/04). Ia mengatakan, saat ini cuaca di laut kondisinya tidak bersahabat. Menurut dia, cuaca terkadang bagus terkadang juga jelek.

"Sudah banyak nelayan yang mengeluhkan bahwa hasil tangkapan ikan kini menurun. Selain cuaca, kami menduga karena adanya pengeboran migas di wilayah Sampang Selatan," tuturnya.

Meski begitu, kata Zaini, para nelayan tersebut tetap melaut karena tuntutan hidup untuk menafkahi keluarga mereka. Sebab, para nelayan, tidak memiliki pekerjaan lain selain menangkap ikan. Ia menyebut, saat ini jumlah nelayan di wilayah Sampang ada sekitar 16 ribu orang yang tersebar di 14 Kecamatan.

"Jumlah nelayan di Sampang ada sekitar 16 ribu yang tersebar di 14 Kecamatan se-Kabupaten Sampang. Para nelayan itu terpaksa melaut, karena tuntutan hidup mereka," bebernya.

Sementara nelayan yang hingga kini masih menggunakan pukat hela dan pukat tarik, menurut Zaini masih ada. Padahal, hal itu dilarang oleh Pemerintah sesuai ‎Peraturan Menteri Kelautan, dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang larangan penggunaan pukat hela dan pukat tarik di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.

"Para nelayan yang masih menggunakan pukat hela dan pukat tarik itu masih ada, mereka beralasan kalau tidak pakai alat yang dilarang tersebut, hasil tangkapan mereka sedikit. Jadi jika tangkapannya sedikit, mereka bilang tidak bisa menghidupi keluarganya, makanya mereka terpaksa melakukannya," ungkapnya.

Hingga berita ini dilansir, Kabid Perikanan Kabupaten Sampang, Nurul Hayati, saat dikonfirmasi tidak memberikan tanggapan. Ia beralasan harus ijin dulu kepada atasan, yakni Kepala Dinas Perikanan Sri Andoyo Sudono, yang pada saat itu tidak ada di ruangannya.‎
Sumber : www.suarajatimpost.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply