Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Perampok di Laut Beraksi Lagi, Satu Korban Tenggelam Belum Ditemukan

Pemuda Maritim - Perairan Tarakan dan sekitarnya masih belum aman dari teror perampokan. Kejadian terbaru, satu motoris bersama  tiga penumpangnya dihadang penjarah di sekitar perairan Tanjung Tiram pada Jumat (7/4).

Berdasarkan laporan yang diterima Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Tarakan dari Sahral, salah satu korban, peristiwa itu terjadi pukul 13.00 Wita. Saat itu, Sahral sebagai motoris speed boat Pazolle, bersama tiga penumpangnya Masmardi, Said dan Adi berangkat dari tambak di Tanjung Tiram menuju Tarakan, setelah membeli kepiting.

Saat melintas di perairan Tanjung Tiram, tiba-tiba dari arah belakang muncul speed boat yang berisikan 4 penumpang, 3 di antaranya menggunakan topeng dan 1 menggunakan helm.

Karena semakin dekat, Sahral menghentikan speed boat yang dikemudikannya. Begitu didekati, perampok yang membawa senjata rakitan laras panjang dan parang langsung menodong Sahral dan penumpangnya.

“Dua orang memegang senpi rakitan dan satu orang memegang parang,” ujar Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Kasatpolair AKP Kalvein kepada Bulungan Post, Sabtu (8/4).

Sahral dan kawan-kawan kemudian disuruh terjun ke air. Sementara speed boat dan isinya berupa ratusan kepiting yang tersimpan di 4 basket, serta 1 tas berisi handphone bersama nota pembelian kepiting, dibawa kabur perampok.

Sahral dan kawan-kawan lalu berenang menuju tepian. Sayangnya, dalam upaya menuju daratan, satu temannya bernama Adi, tenggelam. Diduga karena tidak bisa berenang. “Menurut keterangan dari teman korban, saudara Adi tidak bisa berenang,” kata Kalvein.

Setelah berhasil sampai ke daratan, Sahral dan dua temannya berupaya mencari pertolongan. Hingga akhirnya bisa kembali ke Tarakan dan melaporkan kejadian ini kepada Polair Polres Tarakan.

Menerima laporan ini, polisi dibantu Basarnas langsung melakukan pencairan terhadap Adi di lokasi awal tenggelam dan sekitarnya. Namun, sudah dua hari ini Adi belum ditemukan. Pencarian pun dihentikan karena kondisi cuaca dan gelombang yang kuat.

“Kami sudah dua hari sudah mencari, tapi belum ditemukan. Jadi besok (hari ini, Red) kami lanjutkan lagi, karena gelombang kurang menguntungkan,” ujar Kalvein.

Kalvein menambahkan, karena TKP masuk dalam wilayah Polres Bulungan, pihaknya juga akan menyerahkan kasus ini kepada Polres Bulungan untuk menanganinya. Pihaknya hanya membantu dalam upaya pencarian korban dan pengejaran pelaku. 
Sumber : prokal.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply