Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Riau ajukan 50.000 penerima kartu nelayan ke KKP

Pemuda Maritim -Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perikanan dan Kelautan setempat mengajukan 50.000 nelayan yang berada di wilayah pesisir untuk masuk dalam database penerima program kartu nelayan kepada Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) pada tahun ini.

"Kita akan merangkul seluruh nelayan untuk mendapatkan program kartu nelayan, 2017 kita targetkan penerima kartu nelayan 50.000 orang di seluruh wilayah pesisir Riau," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Nafilson di Pekanbaru, Rabu (5/4).

Kata Nafilson, kartu keanggotaan sebagai identitas warga yang bermata pencaharian sebagai nelayan dibutuhkan agar penyaluran bantuan seperti program asuransi ataupun bantuan alat tangkap, kapal dan bantuan lainnya tepat sasaran.

Sehingga, untuk menjaring sebanyak-banyaknya nelayan di seluruh kawasan pesisir Riau masuk dalam program ini, pihaknya menyiasati strategi dengan melibatkan kepala desa serta penyuluh perikanan yang ada di Kabupaten/Kota agar dapat menyosialisasikan pemanfaatan kartu nelayan dan melakukan pendataan riil di lapangan.

"Data yang ada di Diskanlut Riau, tercatat jumlah nelayan di Riau mencapai 80.000 meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 60.000 orang. Dari 80.000 orang ini yang sudah terdata sebagai penerima kartu nelayan sebanyak 20.000," paparnya.

"50.000 lagi kita usulkan pada tahun ini, lebihnya kembali diusulkan tahun depan, kemudian data akan kita sampaikan kepada KKP agar dapat mencetak blangko," imbuhnya.

Salah satu akses kemudahan yang didapatkan nelayan yang memegang kartu nelayan adalah program asuransi. Asuransi bagi para nelayan akan memberikan jaminan sebesar Rp 200 juta bagi nelayan yang meninggal saat berada di lautan, lalu Rp 150 juta bagi para nelayan yang mengalami kecelakaan kerja, dan Rp 50 juta bagi para nelayan yang mengalami sakit.

"Termasuk asuransi ini untuk anggota keluarga nelayan, namun nominalnya tidak sebesar nelayannya," kata Nafilson.

Sebagai informasi, Provinsi Riau memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dengan garis pantai mencapai 2.079 kilometer atau dua kali lipat pulau Jawa. Sehingga banyak penduduk setempat bermata pencaharian sebagai nelayan.

Melihat potensi kelautan dan perikanan yang melimpah, Pemprov Riau mulai melirik sektor ini sebagai sektor unggulan. Program-program digalakkan sejalan dengan peningkatan kualitas hidup nelayan, salah-satu, program yang sedang diperjuangkan pemerintah setempat yakni pengajuan pengadaan bantuan 270 kapal tangkap ikan ukuran lima gross ton kepada KKP RI, pada 2018 mendatang. 
Sumber : kontan.co.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply