Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Tangkap Ikan Pakai Pukat, 6 Nelayan Aceh Berurusan dengan Hukum

Pemuda Maritim - Sebanyak enam orang nelayan tradisional di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh ditangkap aparat penegak hukum karena menggunakan alat tangkap pukat yang dilarang pemerintah.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Teguh Priyambodo Nugroho mengatakan setelah ditangkap Satuan Polisi Air (Sat Polair) Polres Aceh Barat akhir Maret 2017, kasus tersebut sudah diambilalih oleh pihak Polda Aceh.

"Untuk proses lebih lanjut kasus ini sudah diambil alih dan ditangani oleh Polda Aceh dan nelayan ini mereka dilaporkan memang melakukan penangkapan ikan dengan alat tidak ramah lingkungan yang dilarang sesuai aturan," katanya, Senin (17/4/2017).

Kapolres mengaku sudah beberapa kali menemukan kasus nelayan melakukan penangkapan ikan dengan alat tidak ramah lingkungan, kemudian diselesaikan secara kearifan lokal sebagai bentuk menghormati hukum adat dan sosialisasi.

Namun setelah diberikan sanksi adat laot dan upaya penyadaran lewat sosialisasi pencegahan, tetap saja aktivitas pukat hela (trawls) maupun pukat tarik (seine nets) masih merajala lela di perairan pantai sehingga nelayan lain menjadi resah.

"Sosialisasi sudah dilaksanakan Satpol Air, kemudian setelah itu pernah juga diselesaikan kasus seperti ini dengan panglima laot atau secara hukum adat, terakhir harus dilakukan penegakan hukum," tegasnya.

Sementara itu, Sekjen Panglima Laot (pemangku adat laut) Aceh Barat, Nanda menuturkan secara kelembagaanpun sudah beberapa kali memberikan teguran dan sanksi kepada nelayan yang menggunakan pukat.

"Soal pelarangan itu memang sudah kita tanda tangani bersama, perjanjian tidak mengunakan pukat trawls, nelayan ini ibaratnya seperti penguna narkoba juga, makin dilarang makin menjadi-jadi mereka, seolah tidak ada hukuman," sebut Nanda. 
Sumber : okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply