Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Tegakan Hukum, Lagi-lagi Bakamla RI tangkap Nelayan Pengguna Trawl di Perairan Kepulauan Seribu


PEMUDA MARITIM Jakarta – KP Napoleon 006 dengan nahkoda Capt. Budi Setiawan yang sedang melaksanakan tugas patroli rutin di bawah bendera Bakamla RI, berhasil menangkap dua kapal ikan ‘nakal’ yang didapati tengah melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap terlarang (pukat trawl), di perairan Kepulauan Seribu, Rabu (26/4/2017) lalu.

Nama kedua kapal tersebut yakni KM Cahaya Putra yang dinahkodai Sandi dengan membawa 3 orang ABK, serta KM Gemilang yang dinakhodai Anas membawa 5 ABK.

Alat tangkap pukat trawl merupakan alat tangkap yang penggunaannya dilarang, karena dapat merusak keberlanjutan sumber daya ikan-ikan kecil. Larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (Trawls) dan pukat tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) RI diatur oleh KKP dalam rangka pengawasan agar alat tangkap yang digunakan dapat menunjang perikanan yang bertanggung jawab dan melestarikan lingkungan.

Atas kenekatannya menggunakan alat tangkap yang dilarang, kedua kapal kecil tersebut ditangkap atas dugaan melanggar Undang-undang No. 45 tahun 2009 tentang Perikanan. Dan selanjutnya 2 kapal tersebut dikawal menuju PSDKP Muara Baru untuk proses lebih lanjut.

Sekilas memang kasihan bila melihat nelayan-nelayan kecil yang tak berdaya harus digelandang bak pelaku illegal fishing, namun itulah hukum. Sepahit apapun aturan yang telah dibuat tetap harus dipatuhi demi kelangsungan ekosistem laut.

Bakamla RI sendiri sebagai institusi penegakan hukum di laut perlu memberikan contoh tanpa pandang bulu guna terciptanya keamanan laut. Penangkapan ini menjadi pembelajaran ada efek jera bagi para nelayan kita untuk selalu menjadi masyarakat yang sadar hukum.

Penangkapan yang dilakukan oleh kapal Bakamla untuk kesekian kalinya, karena sebelumnya beberapa hari lalu institusi bermotto Raksamahiva Camudrasu Nusantarasya (Kami Penjaga Lautan Nusantara) ini menangkap nelayan pengguna pukat di perairan Sulawesi Selatan. source : maritimnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply