Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » APMI: Kordinasi Kemenkomaritim, Terlambat Namun Penting

humas Kemenkomaritim
Pemudamaritim.com- Kordinasi kemaritiman yang digelar di TMII pada 4/05/17 menghadirkan seluruh stekholder kemaritiman. Mulai dari pemerintah pusat maupun daerah, pengusaha, dan elemen organisasi kemaritiman.

Disampaikan oleh Sekjen APMI Ahlan Zulfakhri yang hadir pada acara tersebut “Hal ini tentunya perlu di apresiasi karena jika kita melihat kemenkomaritim adalah kementerian yang sudah dua kali mengganti menterinya pertama Indroyono Susilo, Rizal Ramli dan saat ini Luhut Binsar Panjaitan.

“Tentunya pertukaran dilakukan berakibat terhadap kebijakan kemaritiman yang terjadi, berbagai keputusan-keputusan penting akhirnya tidak dapat terselesaikan dengan taktis karena beda orang beda pandangan dan sikap”, pungkas Ahlan

Tanpa sadar perjalanan visi poros maritim dunia akan memasuki tahun ketiga sebntar lagi mengingat 20 september 2014 Presiden Jokowi-JK dilantik.

Ia menyampaikan “Permasalahan yang saat ini kerap terjadi adalah tidak sampainya visi poros maritim ke daerah ini yang menyebabkan pemerintah pusat akhirnya menjadi “superman” tanpa peran serta daerah.

“Jika kita melihat bagaimana konsep poros maritim yang disampaikan Jokowi bahwa poros maritim menempatkan daerah sebagai elemen yang harus berperan serta. Kebijakan pusat yang dikeluarkan mulai dari membagun Negara dari pinggiran, kemudian menjadikan daerah-daerah sebagai pusat parwisata kemaritiman, munculnya KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) dan lain sebagainya”, pungkasnya

Ia menyampaikan “Jika hal ini mampu diterjemahkan dengan baik oleh daerah tentunya upaya pembangunan maritim indonesia akan secara cepat berjalan”

“Sayang selama ini poros maritim hanya digaungkan ditingkat pusat tanpa defrensiasi yang cukup jelas dalam berbagai kebijakan. Alhasil daerah pun hanya dianggap sebagai objek yang terkena dampak dari kebijakan pusat”, ujar Ahlan

Ahlan menyampaikan mengenai budaya kemaritiman salah satu yang perlu digaris bawahi adalah kerjasama. Jika dalam sebuah kapal layar mengapa mampu menanamkan konsep kerjasama dan persaudaraan yang cukup kental? Karena mulai dari Tarik layar, jaga malam, kemudian membersihkan kapal, makan dan semua aktivitas dilakukan diatas kapal secara bersama. Jika tidak mampu bekerja sama sudah pasti kapal tersebut tidak bisa sampai tujuan karena berbagai hal.

"Inilah yang dimaksud dengan bagaimna melakukan pelibatan daerah dalam pembangunan kemaritiman. Daerah diajak dan turut serta melakukan konsolidasi dan kordinasi dengan pihak pusat. Jangan sampai pusat sudah bicara mengenai peran indonesia jika menjadi poros maritim dunia. Namun ternyata daerah masih dalam tataran definisi poros maritim dunia. Ini akan sangat ironis.
Dalam penutup ia menegaskas bahwa Kordinasi yang dilakukan oleh kemenkomaritim cukup efektif, karena mangundang seluruh elemen", jelasnya

“Meskipun terlambat, melihat perjalanan sudah memasuki tahun ke-tiga. Inisiasi yang disampaikan para meteri dan deputi kemenmaritim tentunya memerlukan dukungan daerah yang cukup optimal,” pungkasnya

Ia berharap “kordinasi kemaritiman kemarin menjadi titik awal membangun semangat kemaritiman di daerah”

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply