Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » DPP KNPI Sampaikan ‘Tagline’ Spirit Kemaritiman Nasional dari Maluku



PEMUDA MARITIM - Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Periode 2015-2018 melalui kegiatan Jambore Nasional Poros Maritim Pemuda (JNPMP) II yang berlangsung di Maluku  24-28 April 2017 lalu itu memiliki 12 rekomendasi penting dalam perwujudan visi Poros Maritim Dunia.

Menurut Ketua bidang Kemaritiman DPP KNPI, Baharudin Farawowan saat dikonfirmasi menyatakan Maluku yang merupakan provinsi di NKRI yang bercorak kepulauan sangat mengintepretasikan cita-cita besar Indonesia sebagai bangsa maritim. Hal itu tertuang di rekomendasi pertamanya yang menggunakan istilah ‘Beta’ sebagai tagline nasional.

“Kita meminta kepada Presiden untuk mencanangkan tagline ‘Beta Indonesia, Beta Bangga Jadi Bangsa Maritim Indonesia’ sebagai tagline spirit kemaritiman nasional,” ujar Bahar biasa akrab disapa di Tugu Gong Perdamaian, Ambon, Maluku, (4/5).

Sambungnya, tagline tersebut telah di-launching oleh Menpora Iman Nahrawi saat pembukaan JNPM II di Kota Ambon, 25 April 2017 silam.

Mewakili DPP KNPI yang dipimpin oleh M. Rifai Darus, Bahar dalam rekomendasi berikutnya menyatakan pihaknya juga meminta kepada Presiden RI dan instansi terkait seperti Kementerian pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Daerah setempat untuk memberi perhatian khusus dalam pembangunan aksebilitas menuju destinasi wisata bahari.

“Pemerintah harus membangun infrastruktur, sarana dan prasarana untuk daerah kepulauan yang masih rendah dan sulit terjangkau, namun memiliki destinasi wisata bahari yang menonjol,” tandasnya.

Lebih lanjut, pria asal Jayapura tersebut mendorong pemerintah agar segera mengeluarkan Undang-undang Rencana Tata Ruang Laut Nasional (RTLN) untuk terciptanya sistem tata kelautan yang mendorong visi Poros Maritim Dunia.

“Kita mengklaim sebagai negara maritim dengan visi Poros Maritim Dunia tetapi belum ada Undang-undang yang mengatur Tata Ruang Laut Nasional, ini sungguh ironis,” keluhnya.

Kemudian soal potensi daerah, Bahar mencontohkan keanekaragaman hayati yang ada di Laut Banda. Menurutnya pemerintah perlu menetapkan area ini sebagai aset perikanan kelautan dunia agar ada konservasi bagi habitat lautnya. Sehingga dapat terjaga dan memiliki pengamanan pengelolaan sumberdaya perikanan di Laut Banda.

“Tentunya  ini dapat digunakan secara maksimal untuk mewujudkan kemakmuran bangsa,” tambahnya.

Masih kata Bahar, JNPMP harus menjadi program nasional yang berkelanjutan. Baik itu dilakukan oleh DPP KNPI maupun pemerintah sebagai implementasi program Nawacita untuk menuju Poros Maritim Dunia.

Hal itu terutama untuk meningkatkan potensi daerah kepulauan di Indonesia. Menurut kajian internal KNPI, saat ini terdapat 8 Provinsi di NKRI yang memiliki corak kepulauan yaitu Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, NTB, NTT, Maluku Utara dan Maluku.

Pihaknya meminta agar 8 daerah itu menjadi prototype dalam pembangunan maritim Indonesia. “Gubernur di 8 provinsi tersebut harus melakukan rapat koordinasi agar menjadi daerah percontohan pengembangan maritim nasional dan mendorong provinsi-provinsi itu untuk menjadi tuan rumah JNPMP III tahun 2018,” pungkasnya.

JNPMP II digelar di berbagai wilayah di Provinsi Maluku di antaranya Kota Ambon, Pulau Banda, Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara itu dihadiri oleh Perwakilan Pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Sumber: maritimnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply