Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Menggapai Surga Bahari di Togean, Sulawesi Tengah



PEMUDA MARITIM - Kepulauan Togean ibarat untaian permata indah di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Inilah salah satu surga bahari di Indonesia.

Ternyata aku termasuk warga negeri ini yang masih asing dengan nama Togean. Di mana itu? Harus cari peta dulu. Karenanya tidak terpikir sebelumnya jika suatu hari akan meginjak Kepulauan Togean.

Ketertarikan berawal dari presentasi rekan fotografer yang pernah hunting di sana. Menampilkan laut biru, pantai pasir putih, keindahan sunset dan sunrise. Sangat indah dan eksotik. Ini kah negeriku? Tiba-tiba pertanyaan bodoh terucap.

Ya Kepulauan Togean masuk provinsi Sulawesi Tengah. Tahun 2004 diresmikan sebagai Taman Nasional Kepulauan Togean. Letaknya di Teluk Tomini. Secara administratif masuk dalam Kabupaten Tojo Una-Una. 

Secara keseluruhan memiliki luas sekitar 3.600 km persegi. Termasuk kawasan ini ada sekitar 65 pulau-pulau besar dan kecil. Pulau besarnya sebutlah Pulau Unauna, Batudaka, Togean, Talatakoh, Waleakodi dan Waleabahi.

Keistimewaan sekaligus daya tarik adalah bawah lautnya. Terumbu karang yang masih sangat subur sehingga menjadi rumah idaman ratusan spesies ikan. Umumnya masih alami. Karenanya tidak heran menjadi incaran pencinta wisata bahari. Sebutlah wisata menyelam, snorkling, mancing, atau sekedar santai menikmati pantai pasir putih yang masih alami.

Ternyata para peneliti pun tertarik datang ke sini. Ternyata ada beberapa jenis karang baru yang justru di temukan di sini. Yang menarik dari ratusan spesies ikan, terdapat jenis Pracheilinus togeanensis dan Ecsenius sp yang hanya di temukan di Kepulauan Togean. Berarti Kepulauan Togean menjadi surganya para peneliti kekayaan bawah laut.

Beberapa referensi jika ingin ke sini sebagai wisatawan adalah menginap di Pulau Kadidiri, salah satu pulau kecil di Kepulauan Togean. Ada tiga resort yang menyediakan fasilitas  bagus. 

Masing-masing Paradise Resort, BlackMarlin Resort, dan Pelangi Resort. Ketiga ini kerap menjadi pilihan. Fasilitas antar jemput dari desa Wakai, paket menginap termasuk sarapan, makan siang dan malam, penyewaan alat snorkling dan menyelam. Guide yang paham lokasi dan berpengalaman membawa tamu, adalah fasilitas yang di sediakan masing-masing resort.

Namun ternyata tidak mudah untuk tiba di sini. Dari Jakarta butuh perjalanan panjang yang membutuhkan waktu tidak sedikit. Kota Gorontalo dan Palu yang terdekat dari Kep Togean menjadi titik transit. 

Saat itu kami di hadapkan pada dua pilihan jika bertolak dari Jakarta. Rute pertama, Jakarta - Palu - Ampana - Wakai - Kadidiri. Rute Kedua, Jakarta-Gorontalo-Wakai-Kadidiri. Sekarang ini dengan dibukanya rute penerbangan Jakarta Luwuk, bisa memilih rute ketiga Jakarta - Luwuk - Ampana - Wakai - Kadidiri.

Perbedaan masing-masing pilihan rute, jika siap berlama di laut pilih rute 1, jika ingin lama di darat pilih rute 2 atau 3. Gambarannya sekaligus perkiraan waktu tempuh kira-kira seperti ini. Rute 1, Jakarta ke Gorontalo menggunakan pesawat udara selama 3 jam. 

Dari bandara Gorontalo lanjut ke Pelabuhan Ferry, selanjutnya menempuh perjalanan laut selama 12 jam, tiba di Desa Wakai. Dari Wakai ke Kadidiri dengan kapal cepat kecil Cuma 15 menit.

Rute kedua, Jakarta - Palu menggunakan pesawat kurang lebih 2,5 jam termasuk transit. Dari Palu menggunakan kendaraan travel selama 10 jam, menempuh jarak sekitar 350 km menuju Ampana. Lanjut menggunakan kapal Ferry menuju Wakai sekitar 4 jam.

Rute Ketiga, Jakarta - Luwuk menggunakan pesawat kurang lebih 2.5 jam. Dari Luwuk menggunakan mobil travel menuju Ampana kurang lebih 6 jam. Lanjut naik kapal ke Wakai sekitar 4 jam. Total semua pilihan rute sekitar 16 jam.

Semua pilihan sesuai selera dan prefrensi masing-masing. Kalau waktu berhubung tidak ingin lama di laut akhirnya memilih rute kedua.

Hal yang harus di perhatikan adalah jadwal kapal. Ada 3 kapal yang melayani trayek ke Wakai, yaitu KMP Tuna Tomini, Marisa, dan Lumba-lumba. Saat membuat itinerary disarankan menyesuaikan jadwal kapal. Karena masing-masing punya jadwal yang berbeda.

Akhirnya setelah hampir 24 jam karena transit cukup lama di Palu, tiba lah di Sorga Togean. Menggapai, mendapatkan, menikmati alam Togean, impian yang menjadi kenyataan.

Sumber: detik.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply