Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Menhub Promosikan Pelabuhan Kuala Tanjung dan Selat Malaka di Singapura


PEMUDA MARITIM - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi Singapura mempromosikan Pemanduan di Selat Malaka dan pelabuhan Kuala Tanjung kepada para stakeholder, yaitu perusahaan pelayaran dan operator pelabuhan di Singapura. Kunjungan Menhub tersebut setelah mendampingi Presiden RI Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt One Road (OBOR) 2017 di Beijing, China.

Hadir pada pertemuan bersama Menhub, Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya, Dirjen Perhubungan Laut A. Tonny Budiono dan Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto.

“Saya telah meminta pak Dubes Singapura mengundang stakeholders, perusahaan pelayaran dan operator pelabuhan untuk hadir di Kedutaan Besar RI di Singapura. Kita ingin mempromosikan pelayanan jasa pemanduan di Selat Malaka dan Selat Singapura,” ujar Menhub Budi, Senin (15/5).

Menurut Menhub Budi, dengan adanya pemanduan di Selat Malaka dan Selat Singapura maka bisa digunakan sebagai sarana mempromosikan pelabuhan Kuala Tanjung.

“Para pandu yang melaksanakan tugas di kapal-kapal asing dapat dibekali pengetahuan tentang Kuala Tanjung, sehingga bisa mempromosikan kepada para nakhoda dan perusahaan pelayaran asing agar nantinya dapat menggunakan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan sandar,” terangnya.

Di depan para stakeholders yang hadir, Mehub Budi memaparkan proyek pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung dan Pemanduan Di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Terkait dengan Kuala Tanjung, Menhub menyampaikan akses ke pelabuhan akan segera dibangun, yaitu jalan tol dan rel kereta api, yang menghubungkan dengan wilayah industri di sekitarnya dan tersambung sampai ke Medan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Di samping itu, selain dibangun terminal kontainer dan terminal multiguna, di pelabuhan Kuala Tanjung juga dilengkapi kawasan industri dan perumahan. Total area yang tersedia di Pelabuhan Kuala Tanjung untuk pembangunan pelabuhan dan kawasan industri serta perumahan mencapai 3.000 Ha.

Menurut General Manager Pelindo 1 Batam, Herry Ams, sebanyak 1 (satu) perusahaan pelayaran anak usaha BUMN telah memanfaatkan jasa pemanduan dari Pelindo 1 untuk jalur Horsburgh – Lhokseumawe (pulang-pergi). Besaran tarif Horsburgh – Lhokseumawe adalah sebesar 15.000 USD, sedangkan pulang-pergi menjadi 30.000 USD.

Jasa pemanduan yang disediakan oleh Pelindo 1 adalah Iyu Kecil – Nongsa (70 NM), Horsburgh – One Fanthom Bank (260 NM), Horsburgh – Dumai (220 NM), Horsburgh – Pulau Berhala (425 NM), Horsburgh – Lhokseumawe (540 NM), Horsburgh – Pulau Sabang (680 NM) dan sebaliknya. 


Sumber: maritimnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply