Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Perairan Tanjung Balai Asahan dan Kuala Tanjung Merupakan Titik Rawan Penyelundupan


PEMUDA MARITIM - Petugas Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara dalam kurun waktu enam bulan terakhir tahun 2017 berhasil menegah pelanggaran terhadap Undang-Undang Kepabeanan dan Cukai. Berdasarkan rekapitulasi data penindakan, antara lain di perairan Tanjung Balai Asahan, Bandara internasional Kualanamu, Kantor Pos Besar Medan, dan wilayah kerja di darat (toko-toko).

Kepala Bidang P2 Kanwil DJBC Sumut, Rizal menerangkan, bahwa wilayah perairan Tanjung Balai Asahan dan Kuala Tanjung merupakan titik rawan penyelundupan. Khususnya pelabuhan Teluk Nibung yang letak geografis dekat dengan negara Malaysia. Biasanya menjelang Hari Raya Idul Fitri, aksi penyelundupan barang ilegal marak di perairan Tanjung Balai Asahan sampai ke perairan Batubara dan muara Sungai Asahan Teluk Nibung.

"Selama enam bulan terakhir, Satgas Patroli BC berhasil menegah aksi penyelundupan tergolong besar, di perairan Tanjung Balai Asahan menghadang 19 kapal motor yang berupaya menyelundupkan pakaian bekas sebanyak 4.372 Bale, Bawang Merah 21.692 karung, serta Sabu sebesar 1.016 gram. Sementara di wilayah kerja Bandara Kualanamu dan Kantor Pos Medan, BC menegah Sabu 42.394 gram dan Ekstasi 151 butir. Sedangkan operasi pasar, kami mengamankan 1.420.995 batang rokok ilegal," jelas Rizal kepada Maritimnews, Selasa (13/6).

Rizal mengingatkan betapa rawan situasi Perairan Tanjung Balai Asahan oleh aksi penyelundup, salah satunya pada awal tahun 2017, ketika petugas Bea Cukai memergoki KM Nur Aflah yang diduga membawa 700 Bale pakaian bekas dari Malaysia, justru petugas Bea Cukai Teluk Nibung diserang bom molotov oleh 50 anak buah kapal (ABK) dari atas KM Nur Aflah di perairan Tanjung Jumpul. "Petugas Bea Cukai mengalami luka bakar," ujarnya.

Untuk diketahui, DJBC dalam rangka menegah aksi penyelundupan barang ilegal di wilayah perairan Indonesia barat, menggelar Operasi Patroli Laut Jaring Sriwijaya yang menerjunkan 17 armada kapal patroli. Lokasi pengawasan mulai dari Perairan Aceh-Belawan, Tanjung Balai Asahan-Tanjung Sinaboy, Tanjung Parit-Batam, Tanjung Pinang-Perairan Sumatera Bagian Selatan, sektor laut Natuna hingga wilayah perairan Kalimantan bagian barat.

BC Teluk Nibung Musnahkan Barang Tegahan

KPPBC Tipe Madya Pabean C Teluk Nibung memusnahkan barang milik negara (BMN) yang merupakan barang bukti hasil penindakan dan hasil serah terima dari instansi-instansi terkait periode Januari 2016 hingga Desember 2016, berupa 2.372 ballpress dan 100 karung pakaian bekas, 357 karung beras ketan, 95 kaleng dan delapan kotak roti, 598 bungkus rokok, dua buah laptop, 65 buah telepon genggam bekas, dan lima buah bodypart mobil, pada hari Kamis, 8 Juni 2017.

Langkah pemusnahan tersebut juga sebagai upaya pencegahan dari tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Kepabeanan dan Cukai.




Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply