Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Melirik Wisata Bahari Pulau Nusa Penida


PEMUDA MARITIM – Pulau Nusa Penida terus berbenah diri selaku tujuan wisata, semakin memantapkan diri menjadi tujuan wisata bahari patut diperhitungkan.

Memiliki sejumlah objek wisata laut,Nusa Penida dengan Pantainya yang cukup papuler dan sensasi ke indahan Pantainya memiliki pemandangan yang spektakuler.

Sebelumnya Pulau ini tidak sepapuler Nusa Dua selaku tujuan wisata ternama di Bali dengan objek wisata Pura Pecatunya dan tari kecaknya.

Namun seiring dengan waktu,Nusa Penida dengan topografinya gersang dan berbatu,secara rasio Pulau ini terlihat tidak dapat menjanjikan kehidupan yang lebih baik.Tapi,Tuhan itu adil,dari kesabaran warga Nusa Penida yang masih bertahan di Pulau ini,walau sudah sebagian masyarakatnya lebih memilih ikut program trasmigrasi diberbagai daerah di Indonesia,kini Nusa Penida menjadi tujuan wisata bahari dengan wisata laut,seperti snocling (menyelam) yang menyuguhkan keindahan didalam laut.

Setiap penyelam berkeinginan ketemu ikan yang jarang ditemukan daerah lain, ikan ini disebut sun fish (mola-mola) yang hidup diperairan laut Nusa Penida.

Ikan tersebut saat ini telah dilindungi oleh Pemerintahan Bali,setelah jumlah habitatnya terus berkurung setelah diburu oleh para maniak mancing.

Ikan mola-mola yang memiliki bobot cukup besar dengan diameter mencapai panjang hingga tiga meteran bobot nya hingga mencapai 1-2 ton.Walaupun ikan ini terbilang besar penyelam tidak perlu takut pasalnya ikan ini tidak memangsa manusia,dan ikan ini hanya memakan planton menjadi makanan utamanya.

Malah ikan mola-mola telah menjadi maskot Pulau Nusa Penida,selaku ikon pulau Nusa Penida.Menyelam dipulau Nusa Penida menawarkan panorama di bawah laut mempertunjukan sensasi di bawah laut yang spektakuler.Itulah sebabnya wisatawan mancanegara menjadikan Pulau Nusa Penida menjadi tujuan dalam wisatanya sebagi tempat menyelam.

Saat ini,Pulau Nusa Penida sebagai tempat penangkaran Jalak Bali,sebagai satwa indemik Pulau Bali yang nyaris punah tersebut.Nusa Penida juga menjadi tempat habitat penyu untuk berkembang biak tempat untuk bertelur serta menetaskan telur-telur hewan satwa penyu tersebut.

Pulau Nusa Penida juga menyimpan historis lagendaris tokoh yang di puja masyarakat Nusa Penida Ratu Gede Mas Mecaling,yang kini bersemayan di Pura Ped yang merupakan menjadi sesembahan orang Nusa Penida yang diyakini memiliki kekuatan magic yang dipercaya orang Nusa Penida menjadi pelindung mereka dari berbagai kekuatan magic hendak menyerang warga Nusa Penida,baik yang berada Nusa Penida maupun diluar Nusa Penida yang merasa bertanah kelahiran Nusa Penida.

Pure Ped tempat bersemayannya Ratu Gede Mas Mecaling,kini banyak dikunjungi warga Bali yang bukan warga asli Nusa Penida dengan menjadikan kunjungan wisats rohani bagi umat hindu di Bali.Warga Bali yang bukan penduduk asli di Pulau itu,meyakini jika tangkil (berbakti-red),kepada Ratu Gede Mas Mecaling mereka yakin dengan doanya tangkil dipura itu doa yang mereka lakukan banyak terkabul.

Hal ini membuat Pure Ped selalu ramai dikunjungi oleh para pesiarah baik dari warga biasa hingga pejabat tinggi dengan doa yang berbeda sesuai harapan para pesiarah itu.Malah muncul mitos jika melanggengkan sebuah jabatan yang mereka jabat saat ini,harus memohon restu dan tangkil atau bersiarah meminta restu Ratu Gede Mas Mecaling.

Inilah keunikan Palau Nusa Penida yang menyimpan mistik yang di yakini oleh masyarakat Nusa Penida,Pulau yang sempat dikunjungi oleh Presiden Soehato pada tahun 1980 an itu.Nusa Penida kalau saat ini telah menjadi tujuan wisata yang patut diperhitungkan,semua tidak terlepas peran Pemerintah Bali mengemas pulau ini sebagai telur emasnya Pulau Bali,serta kepedulian masyarakat Nusa Penida tak henti-hentinya berjuang habis-habisan mempromosikan Pulau ini dengan sadar wisatanya serta sapta pesonanya.




Sumber: beritalima.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply