Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » CSR Yamaha Marine, Dapat Income dari Laut Harus Kembali ke Laut


PEMUDA MARITIM – PT Karya Bahari Abadi (KBA) yang merupakan distributor tunggal mesin motor tempel Yamaha Marine melakukan Corporate Social Responsbility (CSR) di Pulau Pramuka, Kepualauan Seribu, Jakarta 25-26 Agustus 2017. Program CSR bertajuk ‘Pekan 1000 Maritim’ itu merupakan dedikasi PT KBA dalam membangun kemaritiman Indonesia melalui masyarakat pesisir.

Pada acara puncak CSR yang diselenggarakan itu berbagai kegiatan telah dilaksanakan antara lain penanaman terumbu karang, pemberian bantuan kepada masyarakat dan coastal clean up di area pantai Pulau Pramuka.

Lurah Pulau Panggang, Yulihardi, yang turut hadir dalam acara ini menyatakan apresiasinya kepada PT KBA. Menurutnya, melalui CSR ini PT KBA telah melakukan dedikasi untuk membangun kemaritiman Indonesia.

"Membangun kemaritiman Indonesia tidak perlu jauh-jauh, di beranda Ibukota RI terdapat gugusan Kepulauan Seribu yang menurut Pak Menko Maritim harus didorong kehidupan masyarakatnya salah satunya dengan menjadikan kawasan ini sebagai sentra wisata bahari," ungkap Yuli saat memberikan sambutan (26/8).

Sementara itu General Manager PT KBA, Yoseph Tandian juga menyatakan terima kasihnya kepada seluruh warga Pulau Pramuka dan pihak-pihak yang telah membantu pelaksanaan CSR ini.

"Ini baru pertama kali kita lakukan di Kepulauan Seribu. Laut kita luas, 2/3 lebih luas dari daratannya, kita lakukan dulu sini karena yang paling terdekat dengan rumah kita. Soalnya saat ini headquarter kita berdomisili di Jakarta," kata Yoseph.

Ia mengaku kegiatan ini mendapat antusias yang luar biasa dari masyarakat Pulau Pramuka. Perusahaan distributor tunggal penjualan mesin motor tempel Yamaha ini merasa bahwa income yang didapat selama ini dari laut maka harus kembali ke laut.

"Kita kembalikan lagi kepada masyarakat pesisir dan nelayan. Dengan penanaman terumbu karang ini kita berharap populasi ikan bertambah dan berdampak pada penghasilan nelayan. Selain itu jelas dari sektor pariwisata baharinya juga bisa meningkatkan perekonomian nasional," tambahnya.

"2/3 wilayah kita adalah laut. Seharusnya dari pariwisata bahari kita mendapat penghasilan lebih. Contoh negara tetangga kita Malaysia selain dari pajak, pendapatan negaranya juga ditopang dari pariwisata," bebernya.

Perusahaan yang pernah meraih rekor MURI (Museum Rekor Indonesia-red) dalam hal perakitan mesin motor tempel sebanyak 803 unit di Pelabuhan Ratu ini sudah 30 tahun menjadi mitra nelayan.

"Mereka (nelayan-red) sangat familiar sekali dengan mesin kami," tambahnya lagi.

Selain masyarakat Pulau Pramuka, kegiatan ini juga didukung oleh Putri Selam Indonesia, Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) dan LSM-LSM lokal yang bergerak di pelestarian terumbu karang.

Latar belakang penyelenggaraan program ini, sambung Yoseph adalah untuk memperingati Hari Maritim Nasional yang jatuh pada 21 Agustus. Selain itu juga berangkat dari keprihatinan saat melihat kerusakan terumbu karang di Indonesia, seperti yang terjadi di Raja Ampat beberapa waktu lalu akibat kandasnya MV Caledonian Sky.

"Karena hanya dengan penyelamatan terumbu karang pendapatan kita dari ekonomi maritim akan meningkat. Ke depan kita upayakan untuk membuat buoy agar kejadian di Raja Ampat tidak terulang lagi," pungkasnya.





Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply