Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Lanal Banyuwangi Gelar Lomba Perahu Tradisional


PEMUDA MARITIM – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi Lantamal V menggelar lomba perahu layar tradisional di Pantai Hotel Banyuwangi Beach. Kegiatan ini diikuti oleh 97 perahu layar tradisional dari Jawa dan Bali. Mereka memperebutkan piala bergilir Danlanal Banyuwangi yang rutin setiap tahun digelar pada Minggu (13/8).

Sebelumnya, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Nazarudin menyerahkan piala bergilir lomba kepada panitia. Piala bergilir tersebut kemudian akan diperebutkan oleh para nelayan dalam adu cepat lomba Perahu Layar Tradisional.

Ajang ini merupakan silaturahmi Lanal Banyuwangi, dengan masyarakat nelayan Jawa-Bali, mempererat persaudaraan dan pembinaan nelayan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.

Menurut Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Nazarudin, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara poros Maritim yang handal.

"Wujud Kekuatan Maritim berada di TNI AL. Tentunya kami juga membina para nelayan untuk cinta laut, dengan menjaga laut agar tidak rusak. Dan dalam hari kemerdekaan, kita menumbuhkan rasa Nasionalisme kepada para nelayan," ujarnya. 

Danlanal juga menambahkan, diajaknya nelayan dalam memperingati HUT Kemerdekaan Republik ke-72 Indonesia ini, karena nelayan adalah sahabat dari TNI AL. Tak hanya itu, mereka juga sebagai ujung tombak informasi TNI AL dalam menjaga laut dan perairan Indonesia. 

Lebih lanjut, Danlanal juga menjelaskan bahwa ajang ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap Pemkab Banyuwangi, dalam menggalakkan sektor Pariwisata. "Ini potensi Pariwisata Bahari di Banyuwangi. Seharusnya bisa diagendakan masuk dalam Banyuwangi Festival. Promosi kuat dan bisa diperbesar menjadi event nasional," tambahnya. 

Sebanyak 97 perahu layar tradisional dari Jawa, Madura, dan Bali ikut andil dalam ajang perlombaan menaklukkan ganasnya Selat Bali. Mereka berlomba mengalahkan derasnya angin, ombak, dan gelombang selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Bali ini. 

"Tahun ini lebih sulit, karena faktor angin yang cukup kencang, gelombangnya juga tinggi. Jadi harus kerja keras mengendalikan arah perahu," ujar Gunawan, salah satu nelayan yang menjadi peserta lomba. 

Dalam lomba tersebut, perahu layar tradisional harus menyebrangi Selat Bali dari Pantai Ketapang. Kemudian, mereka harus kembali lagi berlayar dari Pantai Gilimanuk Bali, ke tempat start semula, yakni Pentai Ketapang. Dalam perlombaan tersebut, rata-rata perahu layar menempuh waktu kurang dari 15 menit. 

Dalam ajang lomba ini, perahu layar tradisional yang tercepatlah yang bisa menjadi Jawara. Saking banyaknya jumlah peserta, panitia terpaksa membagi perlombaan menjadi beberapa etape. 





Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply