Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Pulau Peucang, Surga Tersembunyi di Sudut Provinsi Banten


PEMUDA MARITIM – Pulau Peucang yang berlokasi di Banten merupakan pulau yang sering disebut-sebut sebagai surga di provinsi Banten. Pulau ini menyerupai surga di dunia karna keindahannya tidak dikira dapat menyaingi keindahan pulau-pulau lain. Faktanya, pulau peucang sangat indah dan keindahannya diakui oleh dunia. Pengakuan pulau peucang ini dikancah internasional ditunjukkan dengan terpilihnya pulau peucang sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO.


Sejarah Dibalik Nama Pulau Peucang

Pulau seluas 450 hektar ini berada di Banten sebagai bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon. Pulau yang merupakan satu dari banyak pulau di kabupaten Pandeglang ini diketahui sebagai pulau yang terpencil. Terletak di ujung barat pulau Jawa, pulau Peucang memiliki sejarah unik dibalik namanya. 

Nama Peucang merupakan nama yang diambil dari nama hewan yang banyak hidup di pinggir pantai pulau ini. Hewan peucang merupakan hewan yang mirip dengan siput dan mudah ditemukan di sekitar pantai pulau Peucang.

Sejak itulah, pulau Peucang kemudian disebut dengan nama dari hewan siput ini. Seiring berjalannya waktu, ternyata nama Peucang tidak hanya berkaitan dengan jenis siput di pulau ini. Ternyata Kancil dalam bahasa sunda juga memiliki sebutan sebagai Peucang. Pada kenyataannya pun, banyak kijang atau rusa kecil seperti kancil yang dapat ditemukan di pulau ini.


Pesona Surga Tersembunyi Pulau Peucang

Sebagai salah satu bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon, pulau Peucang banyak dikunjungi wisatawan sambil mengunjungi Taman Nasional Ujung Kulon. Wisatawan yang ingin mengunjungi konservasi badak di Ujung Kulon dapat memanfaatkan waktu untuk singgah sesaat di pulau Peucang. Pulau ini terkenal dengan pasir pantainya yang putih dan berkilau.

Pinggir pantai pulau peucang menampakkan perpaduan yang mempesona antara pasir dan laut yang biru jernih. Bagi Anda yang menyukai petualangan pun dapat menjelajahi pulau untuk bertemu berbagai macam hewan liat. Akan tetapi Anda harus berhati-hati dan meminta petunjuk warga asli agar tidak membahayakan diri Anda selama berkeliling. Beberapa hewan liar yang diketahui menghuni pulau ini adalah Elang laut, Babi Hutan, Biawak, Burung Enggang, dan berbagai macam jenis hewan liar lainnya.

Sambil berkeliling di pulau Peucang Anda juga dapat menikmati keindahan alam tumbuhan di pulau ini. Beberapa pohon berusia tua dapat Anda temukan menghiasi pulau-pulau dengan hijau warnanya. Salah satu pohon yang terkenal adalah Pohon Kiara yang diperkirakan usianya mencapai 1 abad lamanya. Pohon ini pun memiliki cara hidup yang berbeda karena akan mengambil nutrisi untuk tumbuh dari inangnya hingga inangnya mati.

Bagi Anda yang ingin menikmati keindahan laut tentunya dapat melakukan snorkeling. Penyelaman di pulau Peucang ini akan mengantarkan Anda pada pemandangan terumbu karang yang lagi-lagi menjadi kebanggan lautan Indonesia. Walau tidak sebanyak terumbu karang di lautan lain, namun terumbu karang di sekitar pulau Peucang juga masih menarik untuk banyak wisatawan. Beberapa jenis ikan pun dapat Anda temukan ketika melakukan penyelaman di laut sekitar pulau Peucang. Ikan-ikan tersebut antara lain adalah ikan badut dan ikan kupu-kupu. Kedua jenis ikan ini merupakan salah satu objek yang dicari oleh para penyelam di pulau ini.

Bagi Anda yang ingin mengunjungi pulau Peucang tidak perlu khawatir mengenai jarak dan biaya, karena sebenarnya pulau ini dapat ditempuh dengan jalur darat selama 8 jam dan jalur laut 4 jam saja. Dalam waktu 12 jam, Anda dapat mengunjungi pulau Peucang bahkan sekaligus mengunjungi Taman Nasional Ujung Kulon. Mengenai biaya transportasi sebenarnya cukup murah, namun Anda harus menyiapkan budget lebih untuk kebutuhan akomodasi.

Akomodasi di pulau Peucang ini cukup tinggi harganya. Alasannya adalah pulau Peucang ini sudah diketahui oleh wisatawan sebagai pulau transit menuju Taman Nasional Ujung Kulon. Fakta ini dimanfaatkan untuk meningkatkan tarif bagi para wisatawan yang ingin transit. Namun harga ini sebenarnya masih bisa Anda tawar jika Anda dapat berkomunikasi lebih dekat dengan para pemilik villa atau homestay.




Sumber: indo-kaya.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply