Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Asdep Kemenko Maritim Ingatkan Kembali Visi Kemaritiman pada Simposium PERHIMATEKMI

Asdep IV bidang Pendidikan dan Pelatihan Kemenko Maritim TB Haeru Rahayu

PEMUDA MARITIM –  Simposium PERHIMATEKMI dibuka oleh Direktur PPNS Ir Eko Julianto. Simposium yang digelar sekaligus untuk memperingati hari maritim ini dimaksudkan untuk menguatkan peran pemuda untuk pembangunan kemaritiman nasional dalam mewujudkan Indonseia sebagai Poros Maritim Dunia.

Simposium ini dihadiri Asdep IV bidang Pendidikan dan Pelatihan Kemenko Maritim TB Haeru Rahayu. TB sapaan akrabnya, menekankan bahwa Indonesia adalah negara kaya yang memiliki potensi dibidang kemaritiman yang besar. Potensi maritim itu akan optimal jika didukung peran pemuda untuk mendukung pembangunan Indonesia sebagai negara maritim.

Pemuda didorong untuk terus aktif dalam pembangunan khususnya didaerah. “Mahasiswa jangan hanya berpikiran jadi PNS saja, mulailah dari daerah,” Kata TB.

Indonesia adalah Negara kepulauan, secara yuridis yang tertuang dalam UNCLOS 1982, baru disebutkan sebagai negara kepulauan (archipelagic state) dan untuk menjadi sebuah negara maritime Indonesia harus menjadikan laut sebagai penunjang aktifitas utama dalam perekonomian mencakup perdagangan,  transportasi, pangan dan sektor lainnya.

“Visi maritim sudah pernah didengungkan oleh Bung Karno.” tandasnya lagi.

Namun pada masa penjajahan terjadi proses perubahan mindset Indonesia yang berciri maritim menjadi agraris. Hal ini dilakukan untuk mereduksi sejarah sehingga visi maritime terkaburkan dan bangsa asing dapat mengambil alih potensi maritim Indonesia yang otomatis Indonesia tidak akan berjaya dengan menguasai lautan seperti dulu lagi.

“Dulu kitapernah berjaya di laut, maka pemerintah saat ini ingin mengembalikan kejayaan masa itu dengan visi Poros Maritim Dunia,” TB mengingatkan kembali.

(AYY/PM)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply