Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Evaluasi Program Tol Laut T-5 dan Rumah Kita di Kepulauan Sangihe


PEMUDA MARITIM – Tim Monitoring dan Evaluasi Program Tol Laut dan Rumah Kita Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) performa Trayek T-5 Tol Laut di Pelabuhan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan Negara Filipina, Selasa (12/9).

Sebagai bahan evaluasi atau perbaikan di tahun 2018, tim mendapatkan masukan langsung dari daerah dan masyarakat serta para pengguna tentang ketepatan waktu jadwal kapal, dan berbagai masalah yang timbul di trayek tersebut.

Tujuan lain adalah sebagai salah satu upaya mewujudkan Rumah Kita di Tahuna, bersama BUMN yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan Rumah Kita di Tahuna yaitu PT Pelindo II dalam hal ini PT Multi Terminal Indonesia (MTI) serta BUMN pemasok logistik antara lain PT Semen Indonesia dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Menurut Kepala Sub Direktorat Angkutan Laut Dalam Negeri Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko menjelaskan, setelah dievaluasi mayoritas yang menggunakan ruang muat di Trayek 5 masih pengusaha lokal belum BUMN. Padahal Menhub ingin BUMN bisa lebih mengoptimalkan pengiriman barang kebutuhan pokok melaui tol laut.

"Tim meneliti harga di tingkat distributor sampai dengan pengecer dan menjajaki kerjasama pemanfaatan gudang Pelabuhan Tahuna yang dikelola oleh Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) sebagai gudang Rumah Kita," kata Wisnu Handoko di pelabuhan Tahuna.

Ditemui di tempat terpisah di Jakarta, Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Bay M. Hasani berharap dari kegiatan monev dapat diketahui apa saja yang harus dievaluasi dan diperbaiki agar ke depan khususnya di Tahun Anggaran 2018 pelayanan Tol Laut dan Rumah Kita bisa lebih baik.

"Kami akan terus melakukan pemantauan di wilayah lain yang dilalui tol laut agar Pemerintah hadir menjaga pasokan dan distribusi barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat, mengendalikan disparitas harga serta memacu pengiriman hasil industri lokal di wilayah terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan," jelas Bay.

Sementara Direktur Utama PT MTI, Tonny Hajar mengatakan kepada Maritimnews, bahwa upaya mempersiapkan Sentra Logistik-Rumah Kita di kepulauan Sangihe sebagai bentuk dukungan bagi project Tol Laut Pemerintah.

"Sangihe ini pulau terluar yang berbatasan dengan Filipina. Infrastruktur pelabuhan Tahuna, juga kondisi jalan raya sudah sangat bagus. Namun masih perlu sentuhan kaum terpelajar dari Jakarta supaya potensi daerah terluar dapat lebih terexplore. Disini, disparitas harga berkisar 15-20% di atas Jakarta," pungkasnya.

Seperti diketahui rute trayek T-5 Tol Laut meliputi Tanjung Perak-Tahuna-Lirung-Morotai-Lirung-Tahuna-Tanjung Perak dengan menggunakan Kapal Container Caraka Jaya Niaga III-2 yang dioperasikan oleh PT Pelni.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply