Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » HUT ke-72 TNI AL, dari Sejarah BKR Laut Menuju World Class Navy


PEMUDA MARITIM – Dalam memperingati Hari Jadi TNI AL ke-72, upacara militer yang disertai parade dilakukan di Dermaga Pondok Dayung Koarmabar, Senin (11/9/2017). Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI A Taufiq R yang bertindak sebagai inspektur upacara menggantikan Kasal Laksamana TNI Ade Supandi yang sedang ke luar negeri.

"Baru saja kita ikuti bersama upacara hari peringatan ulang tahun ke-72 yang baru pertama kali diadakan secara upacara militer yang biasanya kita lebih fokus kepada Hari Armada, 5 Desember," kata Taufiq kepada para awak media di sela-sela peringatan tersebut.

Awalnya, TNI AL bernama BKR Laut, kemudian sempat berganti nama menjadi TKR Laut dan ALRI. Organisasi yang dibentuk dengan melibatkan para pemuda Indonesia yang telah bergelut di bidang kemaritiman ini pertama kali dipimpin oleh Mas Pardi.

Setelah mengalami fase panjang di setiap zaman dan dinamikanya dalam mengawal NKRI, kini TNI AL sedang menyongsong cita-cita menjadi Angkatan Laut Berkelas Dunia (World Class Navy).

Dalam mengemban tugasnya, Taufiq menyatakan TNI AL berkewajiban menjaga setiap jengkal yurisdiksi perairan Indonesia dari segala bentuk pelanggaran hukum.

"Tugas kita adalah membinan kekuatan dan kesiapan, agar sewaktu-waktu dapat digunakan Panglima TNI dalam menjaga kedaulatan laut," ujarnya.

Selain Operasi Militer Perang (OMP), TNI AL juga mengemban tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam masa damai. Hal yang kerap dilakukan oleh matra bermotto Jalesveva Jayamahe ini dalam melakukan tugas OMSP ialah membangun kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sambung lulusan AAL tahun 1985 ini mencontohkan Lantamal I Belawan membina masyarakat dengan budidaya ikan kerapu dan napoleon. "Setiap panen kita bisa mencapai 20 ton, ini sangat menopang perekonomian masyarakat pesisir," tandas Taufiq.

Selain operasi, untuk menuju World Class Navy, TNI AL juga menyiapkan SDM yang tangguh dan berkwalitas, alutsista yang canggih dan andal, serta keorganisasian yang mumpuni.

Saat ini TNI AL memiliki 14 Pangkalan Utama (Lantamal) yang tersebar dalam wilayah NKRI dengan dibawah oleh dua Komando Armada, yakni Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) dan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim).

TNI AL sendiri tengah menggodok Armada Ketiga yang akan ditempatkan di Sorong sesuai amanat Minimum Essensial Force (MEF).

Untuk pemutakhiran alutsista, Taufiq menyatakan hal prioritas dalam perencanaan alutsista lebih dikedepankan.Hal itu dilakukan untuk mencapai efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian World Class Navy. "Kita akan membuang atau mengganti program-program yang tidak perlu," pungkasnya.

Setelah upacara militer, pertunjukan sosiodrama dipentaskan yang menceritakan sejarah singkat TNI AL dari awal pembentukan hingga saat ini. Upacara ini juga dihadiri oleh mantan Kasal Laksamana TNI (Purn) Marsetio dan Laksamana TNI (Purn) Widodo AS.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply