Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Pendidikan, Aksi Nyata Tim ENJ Kaltara di Tapal Batas


PEMUDA MARITIM – Pulau Sebatik adalah bagian dari gugusan pulau-pulau kecil di Indonesia tepatnya di wilayah Provinsi  Kalimantan Utara. Sebagai kategori Pulau-Pulau Kecil Terluar atau PPKT,  Pulau Sebatik terbagi menjadi dua bagian yaitu Utara dan Selatan. Pada bagian sebelah barat, terdapat Pulau Nunukan dan di sebelah utara terdapat Kota Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Hal ini membuat pemuda pemudi dari berbagai wilayah di Indonesia bergabung dalam kegiatan yang disebut Ekspedisi Nusantara Jaya. Ekspedisi Nusantara Jaya atau ENJ merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim sesuai dengan Nawacita yang digagas pada masa kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Seorang pemuda asal Bontang, Kalimantan Timur, Muhammad Qohhar Dwi yang turut tergabung dalam kegiatan ENJ Kaltara 2017, mengungkapkan program pendidikan memiliki beberapa sub program salah satunya adalah Perpustakaan Mini di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik. Qohhar juga menjelaskan bahwa keberadaan perpustakaan mini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat di daerah perbatasan agar dapat memperoleh wawasan yang luas dan menambah pengetahuan.

"Melalui perpustakaan mini, kami juga berharap agar ada dampak yang bisa kami berikan setelah usai melaksanakan Ekspedisi Nusantara Jaya Kaltara 2017 ini," ujar Qohhar yang menjabat sebagai Koordinator Bidang Pendidikan ENJ Kaltara itu.

Upaya membangun perpustakaan mini ini didukung karena kecintaan Qohhar kepada dunia pendidikan. Berawal dari Kelas Inspirasi Balikpapan, Qohhar merasa bertanggungjawab atas pendidikan yang layak bagi anak-anak negeri tak terkecuali anak-anak di perbatasan yakni Indonesia-Malaysia.

Namun, langkah untuk membangun perpustakaan mini menemui beberapa kendala salah satunya yakni masih membutuhkan sekitar 500 buku layak baca. Guna mendukung aksi ini, Qohhar mengajak masyarakat untuk menyumbangkan buku layak baca untuk anak-anak di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.

"Saat ini kami membutuhkan kurang lebih 500 buku untuk membuat perpustakaan mini. Oleh karena itu, masyarakat dapat membantu dengan menyumbangkan buku layak baca serta pakaian layak pakai kepada kami. Selanjutnya kami akan langsung sumbangkan kepada dua pulau tujuan kami yaitu Nunukan dan Sebatik," tutur Qohar.


Dukungan Aksi Nyata

Ada beberapa cara untuk dapat menghubungi tim Ekspedisi Nusantara Jaya Provinsi Kalimantan Utara 2017. Jika melalui media sosial, bisa langsung menghubungi melalui twitter di @ENJ_Kaltara, instagram di @ENJKaltara dan Fanspage Facebook di Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 Kaltara.

Selain di media sosial, tim ENJ Kaltara juga membuka open donasi berupa buku, peralatan dan perlengkapan sekolah, sembako, seragam sekolah, alat kesehatan dan uang dengan cara menghubungi Muhammad Sidik (0853 9399 9915) dan Saldy Wahyudi (0852 4714 1692) untuk wilayah Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Posko lainnya tersedia di berbagai lokasi yaitu wilayah Ciampea, Bogor oleh Abdi Ridha (0812 7979 2900), wilayah DKI Jakarta dan Tangerang oleh Fitra (0896 1982 2851), wilayah Bontang, Kalimantan Timur oleh Qohhar (0812 9123 0434) dan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Edy (0896 0144 3485).

Setelah buku-buku telah siap untuk disumbangkan, langkah tim ENJ Kaltara 2017 berikutnya adalah menggunakan rute transportasi laut. Sebelum tiba di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik, tim melakukan meeting point di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Usai meeting point, tim bergerak dari Kota Tarakan menuju Pulau Nunukan menggunakan kapal perintis Sabuk Nusantara 36 dengan jarak tempuh 12 jam.

"Dari Kota Tarakan, kami menaiki kapal perintis Sabuk Nusantara 36 menuju Nunukan dengan waktu tempuh sekitar 12 jam. Setelah itu, kami lanjutkan lagi pelaksanaan kegiatan di Pulau Sebatik selama 5 hari menggunakan kapal nelayan," jelas Ketua Koordinator ENJ tim Kaltara 2017, Muhammad Sidik.

Rencana berikutnya adalah penggunaan transportasi laut dari Pulau Nunukan menuju Pulau Sebatik menggunakan kapal getek atau dompeng melalui Pelabuhan Feri di Nunukan dan berakhir di Pelabuhan Mentikas. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan jalur Mentikas. Jalur ini dianggap memiliki rute yang cukup jauh karena memutari pinggiran Pulau Sebatik untuk menuju pusat kota Sebatik yaitu Desa Sei Nyamuk.

"Jalur ini terbilang cukup jauh karena jalannya memutari pinggiran pulau sebatik sehingga waktu tempuh cukup lama yaitu sekitar satu jam dari Pelabuhan Mentikas menuju Desa Sei Nyamuk atau pusat kota di Pulau Sebatik," tutur Sarlan, pemuda ENJ Kaltara 2017 asal Nunukan, Kalimantan Utara.

Akses jalan yang cenderung sulit membuat tim ENJ Kaltara 2017 mempersiapkan segala perbekalan secara matang dan tepat agar dapat bermanfaat bagi masyarakat Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik. Sesuai dengan tema yang diusung dalam ekspedisi ini yaitu "Terus Berkarya dan Mengabdi Membangun Negeri Untuk Mencapai Kejayaan Maritim Indonesia" tim ENJ Kaltara mengajak masyarakat agar dapat turut berperan aktif demi kesuksesan acara yaitu menyebarkan informasi-informasi secara luas.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply