Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » ‘Saba Buwana Manca’, Sang Merah Putih Berkibar di Spanyol


PEMUDA MARITIM – Sang Merah Putih berkibar di KRI Bima Suci, Vigo, Galicia, Spanyol pada 12 September 2017 menandai peresmian kapal layar latih pengganti KRI Dewaruci ini oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi.

Selama kurang lebih 2 tahun setelah pemotongan perdana baja (steel cutting), KRI Bima Suci yang merupakan kapal layar kelas Barque itu rampung digarap oleh Galangan Contruccion Navales Freire Shipyard, Kota Vigo, Spanyol.

Kapal tersebut secara resmi telah menggantikan The Legend KRI Dewaruci yang telah menempa para Taruna AAL lebih dari 50 tahun. Melalui pesan singkatnya yang diterima redaksi di Jakarta, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi menyampaikan beberapa spesifikasi KRI Bima Suci.

Menurut keterangannya, kapal layar tiang tinggi ini, memiliki ukuran panjang totalnya 111,20 meter, lebar 13,65 meter, kedalaman draft 5,95 meter, dan tinggi maksimal tiang layar 49 meter dari permukaan dek atas. Kapal ini dua kali lipat lebih besar dari KRI Dewaruci yang hanya memiliki panjang 59 meter.

Kapal ini juga memiliki 26 layar dengan luas keseluruhan layar 3.352 meter persegi. Tentunya kapal ini juga memiliki instrumen navigasi pelayaran yang lebih canggih ketimbang KRI Dewaruci di masanya.

Selain itu, instrumen pemurnian air laut menjadi air tawar, hingga alat komunikasi dan data digitalnya yang lebih canggih juga menjadi keunggulan tersendiri dari kapal latih ini.

Pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) 2017 yang mengangkut 128 Taruna/Kadet Akademi Angkatan Laut tingkat III Angkatan 64 akan dilaksanakan pada 18 September 2017 dan tiba di tanah air pada 26 November 2017 mendatang. Rute yang ditempuhnya antara lain Vigo (Spanyol) – Roma (Italia) – Port Said (Mesir) – Jeddah (Arab Saudi) – Salalah (Oman) – Kolombo (Srilanka) – Padang – Jakarta – Surabaya.

Sesuai misinya dalam pelayaran muhibah, KRI Bima Suci akan menempa para Taruna AAL sekaligus mengenalkan bangsa Indonesia di negara-negara yang akan disinggahinya. Kapal bermotto Saba Buwana Manca, Bawa dan Kibar Citra Nusantara Jaya ini akan mengarungi samudra membawa panji-panji kebesaran Indonesia dan TNI AL dalam nuansa Jalesveva Jayamahe.

Sesuai mottonya, KRI Bima Suci akan membawa nama harum Indonesia sebagai kelanjutan Negeri Saba, negeri Nusantara yang bercorak bahari dan memiliki penghuni yang gemah ripah loh jinawi.

Bima Suci sendiri diambil dari nama tokoh pewayangan, anggota Pandawa Lima yang dikenal kuat dan tangguh serta memiliki kesaktian yang tinggi. Nama Bima Suci yang disebutkan dalam beberapa lakon pewayangan itu memang tidak bisa lepas dengan kisah Dewaruci. Dalam kisah tersebut, Bima menjadi suci setelah bertemu dengan Dewaruci di tengah samudra yang kemudian masuk ke dalam tubuhnya.

Filosofi ini kemudian digunakan oleh TNI AL sebagai penerus Dewaruci, yang dalam lakon pewayangan disimbolkan sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa. Sedangkan Bima Suci diistilahkan sebagai manusia yang sudah menyatu dengan Sang Penciptanya.

Bagi filosofi Jawa, konsep itu disebut sebagai Manunggaling Kawula Gusti, yaitu manusia yang senantiasa dekat dengan Tuhannya serta menjalankan segala Perintah-Nya dan menjauhi Larangan-Nya. Manusia-manusia tersebut sangat dibutuhkan dalam menegakkan kebenaran, terutama sebagai insan bahari yang mengabdi kepada bangsa dan negara.

Diharapkan para Taruna AAL sebagai cikal bakal pimpinan TNI AL di masa mendatang, setelah ditempa di KRI Bima Suci memegang filosofi itu guna mengembalikan kejayaan maritim bangsa Indonesia dan menjadikan laut sebagai media untuk mencapai kemakmuran rakyat.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply