Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Terminal Khusus yang Tidak Produktif di Batam Bakal Dimerger


PEMUDA MARITIM – Dalam rangka menjadikan Batam semakin kompetitif, Kementerian Perhubungan akan mengurangi jumlah terminal khusus yang tidak produktif. Hal itu dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam forum "Kunjungan Kerja Peninjauan Fasilitas Perhubungan Wilayah Provinsi Kepulauan Riau," di Radisson Convention Center Batam, Batam, Minggu (24/9).

"Terminal khusus makin banyak bukan makin baik, malah makin tidak kompetitif. Saya akan inventarisir terminal khusus di Batam, yang tidak produktif akan dimerger. Sehingga jumlah terminal khusus mengecil. Karena kalau makin banyak, maka makin banyak celah atau potensi sesuatu yang tidak diinginkan," jelas Menhub.

Hadir pada forum tersebut, Plt. Dirjen Perhubungan Laut Bay Muhammad Hasani, Kepala Kantor Pelabuhan Batam Bambang Gunawan, Kepala-Kepala UPT Ditjen Perhubungan Laut wilayah Kepulauan Riau, PT Pelni, PT Pelindo I, Asosiasi Alat Keselamatan Pelayaran Indonesia, Asosiasi Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Umum, Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia, Batam Shipyard and Outsource Asossiation, Pemilik dan Pengelola Terminal Khusus Batam.

Selain menginventarisir jumlah terminal khusus, Menhub mengatakan pihaknya juga akan mengevaluasi keberadaan terminal khusus baik yang sudah ada izin maupun yang belum ada izin.

"Dalam pemberian izin, Pemerintah akan lihat jika memang terminal khusus itu dibutuhkan maka izinnya jangan dipersulit. Sebaliknya jika tidak dibutuhkan maka izinnya tidak diberikan," pungkasnya.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply