Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Tim ENJ 2017 Kaltara Menuju Tapal Batas dengan KM Sabuk Nusantara 36


PEMUDA MARITIM – Terompet tanda keberangkatan kapal sudah dibunyikan. Sore itu, awak kapal bergegas menaikan jangkar kapal dan nahkoda melajukan kapal dengan pelan pada rute jalur pelayaran Tarakan–Sebatik. Pukul 18.00 WITA, KM Sabuk Nusantara 36 yang melayani rute Kwandang–Pulau Sebatik berangkat menuju Tapal Batas Indonesia.

Pulau Sebatik merupakan sebuah daerah terdepan sebagai pulau terpencil yang memiliki dua wilayah perbatasan dengan wilayah Sabah, Malaysia. Kondisi geografis yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia  ini membuat akses menuju Pulau Sebatik cenderung sulit untuk dilalui.

Kesulitan untuk menjangkau Pulau Sebatik salah satunya adalah minimnya alat transportasi dan hanya memiliki transportasi utama dan terbesar yaitu transportasi laut.

Berada pada kecepatan antara 8 sampai 9 knots per jam, kapal perintis membawa tim Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017 rute Kalimantan Utara untuk pertama kalinya sebagai pemuda yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan menuju Pelabuhan Pencang, Pulau Sebatik.

Sekitar 12 jam perjalanan dari Pelabuhan Malundung, Tarakan, KM Sabuk Nusantara 36 tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Pulau Nunukan pada pukul 06.00 WITA.

Kapal perintis yang belum genap dua tahun ini, sekarang dapat dinikmati oleh masyarakat dengan biaya yang terjangkau. Hal ini juga diungkapkan oleh Kepala PT Pelni cabang Tarakan, Guruh Dwi Saputro tentang adanya kapal perintis untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dilalui oleh kapal besar.

"Keberadaan kapal perintis sangat membantu karena bagian dari program pemerintahan Jokowi yakni melayani pelabuhan-pelabuhan kecil yang tidak dilalui oleh pelayaran kapal besar," ujar Guruh Dwi Saputro, Kepala PT Pelni cabang Tarakan, (22/9/2017) di Pelabuhan Malundung, Tarakan, Kalimantan Utara.

Guruh mengatakan, kegiatan ENJ Kaltara 2017 adalah kegiatan pengabdian masyarakat yang pertama kalinya menggunakan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 36. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Guruh juga berharap agar pemuda memberikan hasil yang dapat membantu dalam memperbaharui data-data terutama wilayah pulau-pulau yang sulit untuk dijangkau oleh kapal besar.

Adapun 5 program yang dilaksanakan oleh ENJ Kaltara 2017 yakni program pendidikan, program lingkungan, program ekonomi, program pariwisata dan program kesehatan. Guruh berpesan kepada tim ENJ Kaltara 2017 agar dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dalam hal mendata di lapangan agar dapat bermanfaat khususnya bagi wilayah Tarakan, Nunukan dan Sebatik.

"Semoga data ini dikerjakan dengan sungguh-sungguh oleh orang-orang terpilih  dan dapat mengolah datanya dengan sebaik-baiknya untuk pembangunan Indonesia secara menyeluruh," tutur Guruh.

Hal lain juga serupa diungkapkan oleh Herman selaku Nahkoda kapal perintis KM Sabuk Nusanatara 36. Ia mengatakan, keberadaan KM Sabuk Nusantara 36 dapat membantu masyarakat yang hendak melakukan perjalanan jauh seperti ke Sebatik, namun dengan biaya yang terjangkau yakni hanya Rp 56.300 untuk rute Kwandang – Tarakan dan Rp 35.300 untuk rute Tarakan – Sebatik.

"Tarif kapal yang ekonomis ini dapat membantu masyarakat berpergian," ujar nahkoda ke 5 kapal perintis Sabuk Nusantara 36, Herman (23/9/2017) di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan.

Kapal yang belayar selama 9 hari perjalanan dan 2 hari di homebase yakni di Kwandang, Gorontalo Utara ini menghabiskan 25ton bahan bakar solar subsidi. Adapun cara agar masyarakat dapat mengakses informasi mengenai keberadaan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 36 ini dapat diketahui melalui jadwal yang sudah diinformasikan oleh PT Pelni bagian Pusat sebagai pusat informasi.

Harga tiket yang ekonomis dan kondisi kapal yang baik, membuat Saripah warga asli Malaysia yang hendak pergi ke Sabah mengatakan bahwa fasilitas kapal perintis sudah baik. Ia sudah dua kali menggunakan kapal perintis pada tahun 2015 dan 2017.

Menurutnya, meski terbilang masih baru, kapal perintis dianggap cepat dalam perjalanannya dengan jarak tempuh kapal 1025 mil atau setara dengan 1,8 juta meter lebih dari Kwandang menuju Sebatik.

"Meskipun kapal ini masih baru tetapi cepat," ujar Saripah.

Kecepatan kapal perintis ini juga turut dirasakan oleh Herman. Menurutnya, ia akan lebih mudah bertemu dengan keluarganya meskipun jarak yang sangat jauh dan hanya ditempuh oleh kapal.

Oleh sebab itu, keberadaan tim ENJ Kaltara 2017 adalah langkah yang baik guna mengajak masyarakat agar dapat menaiki kapal perintis KM Sabuk Nusantara 36 dengan biaya yang terjangkau.




Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply