Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Labuhan Mandok, Wisata Bahari yang Jarang Dikunjungi


PEMUDA MARITIM – Pantai-pantai di tepian Selat Sunda penghubung Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, khususnya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang tetap menyajikan nuansa kesegaran alami. Namun, ada salah satu pantai yang jarang dikunjungi wisatawan, yakni Pantai Labuhan Mandok.

Pantai tersebut jarang dikunjungi bukan karena tidak menawarkan keindahan dan kesejukan suasana pantai, melainkan karena akses jalan selama puluhan tahun hanya jalan setapak berbatu, bahkan sulit dilalui saat hujan karena licin dan terjal.

Nama Labuhan Mandok sendiri merupakan sebutan sebuah pantai yang kerap dipergunakan untuk berlabuh para nelayan yang tinggal di dekat Dusun Kepayang dan Dusun Sumbermuli, perbatasan dua desa di Kecamatan Bakauheni antara Desa Kelawi dan Desa Totoharjo. Kontur dan keindahan pantai pantai tepian Selat Sunda tersebut memiliki ciri khas yang hampir sama dengan tebing tebing, batu batu hitam sebagian menyisakan jejak batu-batu apung saksi bisu ledakan Gunung Krakatau dengan posisi tepat di Selat Sunda yang selalu bisa dilihat dari semua sisi di pantai yang ada di Lampung Selatan.

Salah satu warga Dusun Kepayang, Ahmad, mengungkapkan, Pantai Labuhan Mandok juga memiliki kontur yang sama dengan pantai-pantai lain di wilayah tersebut, meski dalam jangka beberapa tahun terakhir mulai dikunjungi wisatawan, terutama pada musim kemarau akibat aksesnya bisa dicapai. Meski menyajikan keindahan alam yang tak kalah dengan pantai lain, hanya kendaraan roda dua yang bisa masuk hingga ke bibir pantai akibat kendaraan roda empat tak bisa masuk hingga ke tepi pantai.

"Bagi pecinta wisata alam terutama dengan kendaraan ATV serta kendaraan trail lokasi wisata labuhan mandok sangat cocok, karena memiliki medan yang sangat menantang dengan tanjakan, kelokan dan melewati perkebunan hingga ke tepi pantai," beber Ahmad, saat ditemui Cendana News tengah mengajak anak dan istrinya berlibur di Pantai Labuhan Mandok.

Menurut Ahmad, lokasi Labuhan Mandok mudah dicari bagi pecinta wisata pantai, hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni. Bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat dari arah kota Kalianda sejauh 20 kilometer. Masuk melalui jalan aspal hotmix dengan patokan khusus SPBU Garuda Hitam bersimbolkan patung Garuda Hitam dan sebagian warga akan menunjukkan arah, bahkan tukang ojek akan dengan senang hati mengantarkan wisatawan ke lokasi yang dimaksud dengan cukup membayar Rp20ribu hingga ke lokasi.

Pantai Labuhan Mandok tepat berada di antara Pantai Blebug di Desa Totoharjo dan Pantai Minangrua di Desa Kelawi, dengan pemisah tebing-tebing karang yang curam menghadap ke arah Selat Sunda. Akses jalan mulus hotmix yang menjadi jalan penghubung antara Kecamatan Bakauheni dan Kecamatan Rajabasa mendukung waktu tempuh dari SPBU Garuda Hitam menggunakan kendaraan roda dua hanya sekitar 15 menit dipadukan dengan jalan paving blok yang cukup bagus.

Sajian keelokan alam dalam perjalanan akan mulai terasa dengan pemandangan bukit-bukit menghijau yang berpadu dengan lautan biru cukup menjadi pesona alam yang layak dinikmati saat akhir pekan. Tawaran pantai pasir putih berpadu dengan batu-batu halus pegunungan dan batu-batu karang kasar jenis jahe sisa ledakan Gunung Krakatau, bahkan bisa menjadi kesan tersendiri saat menginjakkan kaki di Pantai Labuhan Mandok tersebut.

Sebagai sebuah destinasi wisata yang mulai banyak menjadi pilihan bagi wisatawan berbeda dengan pantai lain, pengunjung masih belum dipungut biaya masuk. Namun sebagai lokasi wisata yang merupakan aset milik Desa Kelawi, sebagian masyarakat mulai menyediakan beberapa fasilitas berupa gubuk berteduh dan tempat berjualan. Akses jalan setapak berupa jalan paving blok bahkan baru dibangun pada akhir Agustus 2017 menggunakan dana desa dengan panjang 300 meter dari total 600 meter dari tepi jalan raya menuju tepi pantai.

"Pembenahan sedang dilakukan untuk fasilitas wisata yang layak dengan pembuatan akses jalan dan juga fasilitas penunjang tempat bilas dan istirahat dan gubuk untuk para pemancing yang menginap terutama yang tidak membawa tenda," terang Ahmad.

Selain wisatawan yang sekedar ingin melepas penat dengan menikmati keindahan alam, deburan ombak dan mengabadikan keindahan alam sebagai objek fotografi sebagian masyarakat, bahkan sengaja datang ke pantai Labuhan Mandok untuk memancing. Penghobi memancing yang ditemui Cendana News salah satunya Iwan, warga Bakauheni yang mengajak serta beberapa kawannya.

Iwan mengaku kerap mendatangi pantai Labuhan Mandok untuk bersantai pada akhir pekan serta menggunakan kesempatan untuk memancing di teluk serta beberapa spot memancing di dekat Pulau Sekepol dengan sistem pancing rawe dan hasilnya kerap dibakar di tepi pantai sembari menikmati suasana kesegaran pantai di bibir Selat Sunda tersebut.

"Kami biasanya menyewa perahu milik nelayan untuk memancing, bahkan terkadang mengajak serta nelayan membawa jaring hasilnya kami beli, asyik bisa berwisata sembari mencari ikan," beber Iwan dan kawan kawannya.

Iwan juga menyebut, dengan lokasi wisata yang terbilang masih alami dirinya masih bisa menyalurkan hobinya memancing sekaligus mengabadikan keindahan alam pantai melalui telepon selulernya untuk diunggah di media sosial. Latar belakang foto berupa tebing tebing, batu-batu hitam serta saat kondisi cuaca cerah diakui Iwan bisa dipergunakan mengabadikan Gunung Krakatau di tengah Selat Sunda.

Meski terbilang bagus, ia berharap destinasi wisata Labuhan Mandok bisa dikelola oleh warga dengan penambahan fasilitas dan akses jalan yang baru sepanjang 300 meter diperbaiki menggunakan paving blok sisanya masih jalan berbatu. Dibandingkan satu tahun sebelumnya, ia menyebut akses masuk dari Jalan Lintas Sumatera dengan jalan hotmix hingga masuk ke pantai dengan jalan paving menjadikan pantai Labuhan Mandok sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan.

"Jika dibenahi fasilitasnya dengan sistem karcis masuk dan parkir pastinya akan menjadi sumber pemasukan warga dan bisa untuk membangun fasilitas penunjang wisata di pantai Labuhan Mandok ini," ungkap Iwan.

Akses masuk ke lokasi wisata yang sementara hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua dan mini ATV, yang bisa menjangkau ke lokasi untuk menikmati suasana pantai berbatu dipadukan dengan pasir putih tersebut. Pantai yang semula jarang dikenal dan dikunjungi karena kalah pamor dengan pantai-pantai di pesisir Selat Sunda tersebut bahkan mulai menggeliat mengejar ketertinggalan dan terus bersolek untuk menggaet pengunjung menikmati pesona alamnya yang rupawan.



Sumber: cendananews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply