Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Pelaut RI Lebih Baik Dibandingkan Filipina


PEMUDA MARITIM – Simulator menjadi salah satu persyaratan yang dinilai berat bagi akademi pelayaran maupun sekolah pelayaran, sehingga dari sekitar 33 akademi yang ada hanya 7 yang sudah dianggap memenuhi persyaratan oleh pemerintah.

Pernyataan itu sempat muncul pada saat acara diskusi maritim di expo Indonesia Transport, Logistik dan maritim di Jakarta, baru-baru ini. Diskusi yang dipandu oleh Capt. Zaenal dari DPP INSA itu menampilkan nara sumber antara lain Capt. Sahatua Simatupang (Kemehub), dan Agus Wijaya (BKI).

Sahatua membawakan makalah bertema Strategi Pemasaran Pelaut Indonesia. Sewaktu menjawab pertanyaan bahwa pelaut Indonesia tak lebih baik dibandingkan Philpina, Sahatua dengan tegas menyatakan jika pelaut Indonesia pasti lebih bagus dibandingkan Philipina.

"Kalau saya harus menjawab, pasti saya katakan pelaut Indonesia lebih baik dibandingkan Philipina. Memang kita sedikit tertinggal mengenai bahasa oleh mereka,” ungkapnya.

Menurut Sahatua, sekolah atau akademi pelayaran di Indonesia sangat mendapat support dari pemerintah, sebaliknya Philipina yang mensupport justru industri pelayarannya.

Pastinya kedepan kebutuhan akan tenaga pelaut masih sangat besar. Dan itu menjadi peluang bagi akademi pelayaran untuk mapu menciptakan SDM pelaut yang handal sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Ketua Senat Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang, Untung Budiarso, dalam keterangan tertulisnya yang dikirim ke Ocean Week, Minggu malam (15/10) berharap pemerintah terus mendukung secara sarana dan prasarana bagi pendidikan Maritim.

"Kami berharap pendidikan maritim menjadi satu prioritas oleh negara. Sebab, lulusan pelayaran niaga itu sesuai standar pelaut yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO). Para pelaut lulusan pendidikan maritim di Indonesia dipakai oleh banyak negara, tidak hanya di Indonesia saja,” kata Untung usai memimpin rapat senat terbuka wisuda ke-3 Program D3 Kampus Polimarin Jalan Pawiyatan Luhur I, Bendan Duwur, Gajahmungkur, Kota Semarang, Sabtu (14/10).

Sebanyak 130 taruna-taruni Polimarin Semarang diwisuda. Mereka berasal dari tiga jurusan, antara lain Nautika, Teknika dan KPN (Tatalaksana). Jumlah tersebut meningkat dibanding wisuda periode sebelumnya yang hanya meluluskan sekitar 70 orang.

Alasan lain mengapa pemerintah perlu menjadikan pendidikan maritim sebagai satu prioritas, menurut Untung, adalah rencana pembangunan tol laut. Saat ini, lanjut Untung, Pemerintah Indonesia sedang membangun dan mengembangkan 24 pelabuhan untuk menunjang pengoperasionalan tol laut.



Sumber: oceanweek.co.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply