Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Sikapi Penjagaan Wilayah Terluar dan Ruang Udara Nasional, NASPCI Gelar Seminar Bertema Kedaulatan


PEMUDA MARITIM – Beberapa waktu yang lalu, media informasi kita sempat diramaikan dengan bahasan tentang perlu atau tidaknya Indonesia memiliki kapal induk. Meski tidak secara langsung memberikan tanggapan tentang bahasan ini, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah memberikan sinyal bahwa kapal induk bukanlah suatu kebutuhan mendesak.

Lebih lanjut, Panglima TNI juga secara gamblang menyatakan akan menjadikan pulau-pulau terluar atau strategis milik kita sebagai kapal induk.

Di satu sisi, letak pulau-pulau tersebut bisa memperkuat pertahananan kita, namun apabila tidak disikapi dan dikelola dengan benar, pulau-pulau tersebut bisa berpotensi mengganggu kedaulatan kita. Ini merupakan salah satu permasalahan yang cukup rumit, di mana citra atau kesan yang tertanam selama ini adalah kesan yang kurang baik tentang pengelolaan ataupun pemberdayaan daerah perbatasan dan pulau terluar.

Salah satu permasalahan yang bisa menyeret Indonesia ke dalamnya adalah konflik Laut Tiongkok Selatan. Meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam konflik ini, namun letak geografis Indonesia yang beririsan dengan lokasi konflik tersebut, sangat memungkinkan Indonesia suatu saat nanti juga turut menjadi peserta konflik ini.

Dalam hal keterkaitan dengan kedaulatan kita, pulau-pulau terluar atau strategis milik kita tersebut, merupakan potensi strategis yang kita miliki. Terlebih dengan adanya prediksi dari beberapa pakar bahwa perang yang mungkin terjadi di masa mendatang merupakan perang yang terintegrasi yang melibatkan seluruh unsur pertahanan yang ada, baik darat, laut, dan udara.

Menyadari hal ini serta banyak permasalahan terkait kedaulatan lainnya, National Air and Space Power Center of Indonesia (NASPCI) menyelenggarakan seminar bertajuk ‘Penggunaan Alat Penginderaan Jauh dan Peluru Kendali dalam Menjaga Kedaulatan Ruang Udara Nasional’.

Seminar yang kan diselenggarakan pada 25 Oktober 2017 nanti, akan menghadirkan beberapa pakar yang akan berbicara banyak terkait tema seminar di atas, di antaranya adalah Marsekal Muda Yuyu Sutisna, Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D, Col. Stephan Schaedler, Dr. Andi Wijayanto, Prof. Hikmahanto Juwana, dan Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Aputra.

Ketua Harian NASPCI Kol. Pnb. Hariyanto Afif menyatakan bahwa seminar ini diadakan sebagai salah satu cara untuk menggugah kesadaran bangsa akan pentingnya penting kedaulatan nasional, khususnya kedaulatan udara dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kedaulatan udara kita merupakan persoalan penting dalam langkah menyukseskan visi pemerintah, yang salah satunya adalah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Selain itu, kondisi beberapa kawasan terluar Indonsia yang rawan ancaman serta adanya kawasan yang beririsan dengan wilayah konflik antar negara lain seperti di Laut Tiongkok Selatan menjadikan kita wajib memperkuat sistem pertahanan kita yang salah satunya adalah pertahanan udara, di mana hal ini merupakan prasyarat mutlak untuk menjaga kedaulatan kita.

"Perang sekarang adalah perang yang terintegrasi, di mana kekuatan laut akan ditopang dari udara dan didukung dari darat. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dan semua harus terintegrasi," jelas penerbang tempur F-5 TNI AU tersebut.

Seminar ini sendiri akan dihadiri oleh banyak pemerhati dan pakar yang berasal dari TNI, mahasiswa, dan masyarakat umum.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply