Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Wisata Bahari Pulau Sekepol, Magnet Wisatawan di Akhir Pekan


PEMUDA MARITIM – Liburan menjadi waktu yang tepat untuk menenangkan pikirkan dengan mengunjungi tempat-tempat yang bisa memanjakan pikiran dan mata dengan berada di tepi pantai menikmati deburan ombak beningnya air laut.

Salah satu destinasi wisata bahari di ujung Selatan Pulau Sumatera yang masih menjadi magnet bagi pecinta wisata alam salah satunya adalah Pulau Sekepol yang berada di Dusun Blebug Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan. Akses yang mulai memadai dengan jalan aspal hotmix dan jalan rigid pavement (cor beton) membuat akses dari dua arah jalan raya pesisir cukup mudah dengan jarak tempuh sekitar 20 menit saja dan dari Jalan Lintas Sumatera arah Bakauheni bisa ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit.

Kondisi akses jalan yang bagus tersebut menurut Andi salah satu warga setempat kembali menggeliatkan wisata bahari di Desa Totoharjo dengan potensi Pulau Sekepol dan jajaran pantai-pantai lain diantaranya Pulau Mengkudu, Pantai Blebug dan Pantai Batu Lapis. Tren anak-anak muda yang menyukai wisata bahari dengan tujuan untuk diunggah di media sosial Instagram dan media sosial lain membuat kunjungan ke Totoharjo didukung infrastruktur yang mulai memadai meningkat setiap akhir pekan.

"Kalau sebelumnya wisatawan enggan datang ke sini karena akses yang cukup sulit dengan jalan berbatu namun sekarang aksesnya mudah dan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, petani dan sektor wisata sebagian sebagai ojek perahu," terang Andi warga Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni yang juga kerap menyediakan jasa ojek perahu bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Sekepol. Perahu tersebut juga digunakan untuk mencari ikan di wilayah perairan setempat, Minggu (30/7/2017).

Andi mengungkapkan jarak yang cukup dekat dengan pantai membuat sebagian wisatawan memilih menyeberang ke Pulau Sekepol yang memiliki pasir putih, air yang bening dengan suasana hening jauh dari hiruk pikuk. Sebagian wisatawan yang menyeberang dengan cukup membayar Rp10 ribu untuk perjalanan pulang pergi menyusuri Pulau Sekepol biasanya akan ditunggu hingga puas mengeksplore pulau tersebut. Kegiatan swafoto dan menikmati beningnya air laut dan ikan-ikan hias yang terlihat saat kondisi air surut menjadi daya tarik mendatangi Pulau Sekepol yang bisa ditempuh hanya dalam waktu lima menit tersebut.

Selain mengunjungi Pulau Sekepol dengan menggunakan perahu, wisata petualangan yang berminat mengunjungi Pulau Mengkudu cukup hanya membayar Rp20 ribu sekali jalan dan mengunjungi Pantai Batu Lapis dengan membayar Rp30 ribu sekali jalan dengan perahu yang sama. Andi juga menyebut kerap menyediakan pelampung dan juga alat keselamatan lain dengan perahu yang diakuinya hanya berkapasitas lima orang sekali jalan tersebut.

Meski memiliki keindahan alam bawah laut yang cukup bening dan dangkal, masih disayangkan pengelolaan destinasi wisata tersebut belum menyediakan peralatan untuk aktivitas snorkeling dan menyelam sehingga sebagian wisatawan pecinta alam harus membawa peralatan sendiri. Meski demikian keindahan alam bahari tersebut dengan latar belakang gugusan bukit dan tebing di Pulau Sumatera dan pasir yang putih masih menjadi daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Beberapa penghobi memancing sengaja datang ke sekitar pulau tersebut untuk memancing dengan menyewa perahu nelayan sekaligus menikmati keindahan alam bahari Pulau Sekepol.

Keindahan Pulau Sekepol tersebut juga yang mendorong beberapa wisatawan dari daerah Plaju Palembang Sumatera Selatan diantaranya Fifi (18) dan beberapa rekannya untuk berkunjung ke destinasi wisata bahari tersebut. Bahkan menyempatkan menyewa perahu untuk berkunjung menyusuri pantai yang cukup bening. Fifi mengaku sengaja berkunjung ke Lampung Selatan atas rekomendasi saudaranya dan berniat mengunjungi sejumlah lokasi wisata yang ada di Lampung Selatan, khususnya pantai.

"Jalan masuk ke lokasi wisata bagus dan beruntung kondisi ombaknya cukup tenang sehingga saya bisa berkeliling melihat-lihat kondisi pulau kecil ini dan menikmati keindahan pasir putihnya," terang Fifi bersama temannya.

Selain mengajak teman, dirinya yang mengajak keluarga menikmati keindahan alam pantai Pulau Sekepol mengaku sengaja mengambil foto menggunakan kamera SLR untuk bisa dijadikan dokumentasi sekaligus sebagian diunggah di media sosial. Ia menyebut dengan adanya pantai yang masih alami dan bagus tersebut bisa ditingkatkan pengelolaan dan fasilitas agar semakin banyak wisatawan yang datang ke pantai tersebut. Meski hanya membayar Rp15 ribu untuk kendaraan roda empat ia menyebut di lokasi tersebut masih belum disediakan fasilitas ruang ganti bagi wisatawan yang akan bersalin baju setelah berenang di pantai.

Keberadaan pantai Blebug dengan Pulau Sekepol yang menjadi daya tarik wisatawan juga menjadi sumber pendapatan tersendiri bagi para petani pekebun pemilik tanaman kelapa yang menjual kelapa muda segar langsung dipetik dari pohon. Indra salah satu anak di Desa Totoharjo bahkan menggunakan waktu liburnya berjualan kelapa muda yang segar dengan cara menyediakan kelapa langsung di bawah pohonnya.

"Bantu jualan orangtua karena kalau hari libur cukup ramai dengan sebagian warga berdatangan secara rombongan dan banyak yang membeli kelapa muda," terang Indra yang masih duduk di bangku SD tersebut.

Terbukanya akses yang mudah untuk destinasi wisata ke pantai Blebug dan Pulau Sekepol tersebut bagi warga Desa Totoharjo bahkan memberi dampak yang positif terutama saat musim buah-buahan berupa buah mangga, buah sirsak, buah durian dan buah-buahan lain bisa dijual ke wisatawan. Sodik, warga yang tinggal tepat di dekat akses pantai tersebut menyebut Pulau Sekepol yang memiliki keindahan alam  bahkan pernah diwacanakan untuk dibuat wahana permainan air dan jembatan penghubung namun dengan berbagai pertimbangan warga menolak.

"Kami ingin suasana wisata alam tetap alami sehingga kondisi pantai yang ada di wilayah kami juga tetap bersih dan bisa menjadi sumber penghasilan bagi warga dengan menjual berbagai kebutuhan wisatawan diantaranya makanan ringan dan minuman ringan," ungkap Sodik.

Ia bahkan menyebut dengan kunjungan wisatawan pada akhir pekan bisa mencapai ratusan orang dan saat libur panjang atau liburan hari raya. Pengunjung bisa mencapai ribuan orang keberadaan lokasi wisata tersebut bisa memberdayakan warga lokal sebagian sebagai pedagang, tukang parkir dan ojek perahu. Selain itu bagi Desa Totoharjo keberadaan wisata bahari Pulau Sekepol bisa menjadi pendapatan asli desa dari sektor wisata.




Sumber: cendananews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply