Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » APMI Turut Berpartisipasi dalam Konferensi Plastik Laut di Parlemen Eropa


PEMUDA MARITIM – Wakil Sekjen Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI), Kaisar Akhir, turut serta menghadiri kegiatan konferensi dengan tajuk "Marine Plastics Need European Action" di gedung European Parliament (EP), Brussels, Belgia, beberapa hari lalu. Kegiatan ini diselenggarakan oleh EP Intergroup on "Climate Change, Biodiversity and Sustainable Development" bersama dengan IUCN European Regional Office.

Kegiatan ini dibuka oleh Ricardo Serrão Santos MEP selaku Vice-Chair Intergroup penyelenggara kegiatan, dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Komisioner Lingkungan, Kemaritiman dan Perikanan Uni Eropa, Karmenu Vella. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendukung ambisi European Strategy on Plastics pada aksi yang lebih signifikan dalam pengurangan sampah laut.

Sebuah laporan IUCN tentang kebijakan nasional dan subnasional yang telah ada dalam penanganan masalah tersebut di negara-negara Uni Eropa, termasuk rekomendasi dalam pengurangan sampah laut di Eropa juga diluncurkan dalam kegiatan ini.

Dalam kegiatan ini hadir beberapa pembicara yaitu konservasionis ekosistem laut Pierre-Yves Cousteau, Ulf Björnholm dari UN Environment, Fausto Brito e Abreu selaku Director General for Maritime Policy Portugal, Karl Foerster dari Plastics Europe, dan Monika Verbeek dari Seas at Risk. Peserta kegiatan ini berjumlah lebih dari 80 orang yang berasal dari European Parliament, European Commission, dan organisasi lainnya.

Kaisar yang juga merupakan mahasiswa program MSc in Maritime Affairs World Maritime University di Swedia  sengaja mengikuti kegiatan ini untuk belajar dari masyarakat Eropa mengenai aksi penanggulangan sampah plastik laut. Pada sesi diskusi, ia menyatakan bahwa sampah plastik laut merupakan persoalan bersama dan global.

"Baik pemuda maritim maupun Pemerintah Indonesia saat ini juga tengah berupaya menanggulangi masalah tersebut, dengan berbagai aksi nyata seperti kegiatan bersih laut dan pesisir, edukasi budaya bersih ke sekolah-sekolah dan masyarakat, serta pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan pembuatan aspal jalan, ujar Kaisar saat dihubungi redaksi, (27/11).

Pemuda maritim satu ini menekankan juga pentingnya intervensi teknologi automasi dalam pengumpulan dan pengangkutan sampah plastik di lautan. Pendapat dan masukannya mendapat tanggapan yang sangat baik dari para pembicara.

"Mereka setuju akan hal tersebut. Namun, ada satu hal yang masih menjadi pertanyaan bersama dalam konferensi ini bagaimana cara untuk mengumpulkan mikroplastik di lautan," pungkas Kaisar.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply