Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » FTUI Siap Gandeng Seluruh Elemen Bangsa Kembangkan Teknologi Kemaritiman


PEMUDA MARITIM – Salah visi pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Untuk merealisasikannya dibutuhkan dukungan dari semua elemen bangsa. Bila visi besar pemerintah ini ingin segera terwujud, dibutuhkan juga kesiapan faktor-faktor pendukung lainnya, seperti kesiapan infastruktur, regulasi, maupun sumber daya manusia yang menyertainya.

Untuk mendukung hal tersebut, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) siap menggandeng seluruh elemen bangsa dari berbagai disiplin ilmu untuk bersama-sama memajukan sektor kemaritiman Indonesia.

Hal ini sejalan dengan penjelasan Dekan FTUI Prof. Dr. Dedi Priadi yang menegaskan bahwa untuk mengembangkan kemaritiman di Indonesia tidak berjalan sendiri-sendiri, harus melibatkan atau mensinergikan seluruh multidisiplin ilmu yang ada.

"Untuk mengembangkan sektor kemaritiman Indonesia, tidak bisa berdiri sendiri, harus melibatkan seluruh multidisiplin ilmu yang ada," jelas Prof Dedi di sela acara 53 FTUI Untuk Negeri.

Sebagai implementasi dari penjelasan tersebut, saat ini FTUI telah melakukan inovasi dengan berinisiatif menggandeng Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) untuk bersama-sama mendirikan Indonesian Maritime Center.

Badan kajian yang sementara waktu ini keberadaannya berada di FTUI tersebut diharapkan menjadi representasi dari implementasi penjelasan Dekan FTUI yang berharap keterlibatan masyarakat dari multidisiplin ilmu untuk bersama-sama memajukan sektor kemaritiman Indonesia.

"Peran UI dalam pengembangan sektor kemaritiman adalah dengan mensinergikan berbagai multidisiplin ilmu. Misalnya, terkait pengembangan kemaritiman di Indonesia, Fakultas Teknik bisa bersinergi dengan fakultas ataupun dengan disiplin ilmu lainnya. Salah satu inisiatif dari FTUI bersama dengan FHUI adalah dengan mendirikan IMC, Indonesia Maritime Center," ungkap guru besar bidang ilmuteknik metalurgi mekanik tersebut.

Sudah ada beberapa hal yang berhasil dicapai oleh IMC ini, seperti dalam bidang engineering yang telah berhasil melakukan hiliriasi kapal plat datar, yaitu mendorong kapal plat datar agar bisa digunakan oleh nelayan atau pelayaran rakyat.

"Sejak didirikan, Indonesia Maritime Center sudah berhasil melakukan banyak hal. Dalam bidang engineering kami terlibat dalam hilirisasi kapal plat datar, mendorong kapal plat datar ini benar-benar bisa digunakan oleh masyarakat nelayan dan pelayaran rakyat, sebagai penghubung antara pelabuhan kecil dengan pelabuhan yang lebih besar," tukasnya.

Sedangkan dalam bidang non-engineering, peran IMC diharapkan bisa memberikan edukasi kepada para masyarakat nelayan agar menyadari tentang keberadaan teknologi kapal plat datar ini.

"Kami juga meminta rekan-rekan dari fakultas lain untuk membantu mengedukasi masyarakat nelayan dan masyarakat pelayaran rakyat agar menyadari keberadaan teknologi kapal plat datar ini. Mereka (masyarakat nelayan dan pelra) tidak terbiasa menggunakan kapal plat baja dengan berbagai alasan seperti berat dan lain sebagainya," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa yang tak terbatas di lingkup UI saja, untuk bersama-sama memajukan sektor kemaritiman Indonesia.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply