Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Kapushidrosal: Publikasi Nautika Harus Senantiasa Up To Date


PEMUDA MARITIM – Sebagai lembaga hidrografi yang memiliki peran strategis dalam pertahanan negara, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) berkewajiban menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi untuk keselamatan pelayaran dengan melaksanakan survei dan pemetaan hidro-oseanografi. Guna menjamin keselamatan navigasi tersebut peta laut dan publikasi nautika harus selalu up to date.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro  pada kegiatan Safari Hidrografi Pushidrosal di Gedung Manggala Loka,  Mako Lantamal IX, Ambon (9/11).

Safari Pushidrosal di Lantamal IX Ambon  ini merupakan rangkaian kegiatan safari Hidrografi  yang telah digelar di beberapa daerah, dengan tujuan untuk bertatap muka dan dan bertukar informasi dengan para pengguna utama produk-produk Pushidrosal, khususnya mengenai Hydrographic Awareness, sosialisasi peta laut, peta militer, dan sekaligus penyampaian perkembangan batas maritim RI dengan negara-negara tetangga.

Hadir dalam acara tersebut di antaranya Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI Nur Singgih Prihartono, beserta pejabat utama dan perwira staf, KSOP Ambon, Disnav Ambon, Basarnas Ambon, Bakamla Zona Timur, POSSI Maluku, KPLP Ambon, Akademi maritim Ambon, Dinas Pariwisata Propinsi Maluku, serta beberapa pejabat utama Pushidrosal yaitu Koorsahli, Dirpers, dan Dansat Survei Pushidrosal.

Lebih lanjut Kapushidrosal menyampaikan bahwa tugas pokok Pushidrosal adalah meliputi pengelolaan  data hidrografi agar dapat mendukung fungsi pelayanan keselamatan pelayaran berupa peta laut Indonesia (PLI), baik peta kertas maupun peta elektronik dan publikasi lainnya yang telah memenuhi standar internasional sesuai dengan ketentuan International Hydrographic Organization (IHO).

Ditambahkannya, bahwa produk peta laut indonesia juga  memiliki kekhususan tertentu yang  tidak  dimiliki oleh peta-peta lainnya. Adapun peta laut navigasi pelayaran  di dalamnya terdapat banyak tanda dan simbol, yang semuanya dimaksudkan untuk membantu seorang navigator ketika berlayar/ bernavigasi dari satu titik ke lokasi lainnya. Guna menjamin kepentingan navigasi  tersebut, peta laut harus senantiasa  diperbaharui melalui survei dan pemetaan hidro-oseanografi Pushidrosal.

Pada bagian lain amanatnya, Kapushidrosal menyampaikan bahwa Pushidrosal telah menginisiasi pembentukan Dewan Hidrografi Indonesia (DHI), yang anggotanya terdiri dari perwakilan kementerian, lembaga,  TNI , akademisi, serta sektor swasta yang bergerak dalam bidang hidrografi dan oseanografi.

DHI telah dikukuhkan oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, SE, MAP pada tanggal 31 Agustus 2017,  bersamaan dengan acara Seminar Hidrografi dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Dunia tahun 2017 di Jakarta. Melalui DHI ini diharapkan dapat mewadahi komunitas hidrografi di seluruh Indonesia dan sebagai sarana tukar informasi permasalahan hidrografi di Indonesia.

Sampai dengan saat ini, Pushidrosal berupaya senantiasa untuk terus meningkatkan kiprah dan perannya pada tataran  nasional, regional, maupun Internasional dengan menjadi Council-Member International Hydrographic Organization (IHO), turut menjadi member pada North Indian Ocean Hydrographic Commission (NIOHC), serta mengirimkan perwakilan untuk berperan serta sebagai observer pada South-West Pacific Hydrographic Commission (SWPHC) sebagai bentuk peran serta dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply