Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» »Unlabelled » Membangun Karakter Maritim Mahasiswa dari Kampus Sultan Nuku


PEMUDA MARITIM – Dalam seminar bertema ‘Perwujudan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia’ yang digelar di Universitas Sultan Nuku, Tidore, Maluku Utara, (23/11) menyorot soal peran mahasiswa dalam pembangunan maritim Indonesia. Seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (IMTSI) itu dilatarbelakangi oleh memudarnya karakter maritim di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa.

Para pembicara dalam seminar tersebut antara lain Kasubdis Strategi Taktik Operasi, Mabes TNI AL, Kolonel Laut (P) Salim dan Kepala BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar. Kedua narasumber mengulas tentang peran mahasiswa dari sudut pandang bidangnya masing-masing.

Kolonel Laut (P) Salim menjelaskan soal bagaimana membangun strategi maritim yang berdasarkan sejarah kejayaan maritim bangsa Indonesia di masa lalu. Menurutnya diawali dari Kerajaan Sriwijaya, Majapahit hingga kesultanan Islam, seluruhnya telah bercorak maritim.

"Tidore ini merupakan The Light from East, atau cahaya dari timur Indonesia dalam membangun peradaban maritim yang besar. Sultan Nuku sebagai sultannya yang terkenal sudah menerapkan strategi maritim dalam membangun kejayaan dan kesejahteraan buat rakyatnya," kata Salim.

Selain itu, jauh sebelum pemikir barat seperti A.T Mahan dan Julian Corbett mengemukakan gagasan strategi maritimnya, para kesultanan di Nusantara  sudah memiliki konsep tersebut.

Namun yang membuatnya heran, generasi bangsa kita lebih senang mengadopsi pemikiran-pemikiran barat. Di sisi lain, hal tersebut merupakan salah satu warisan kolonial agar kita melupakan sejarah peradaban maritim kita yang sarat dengan nilai-nilai luhur.

Lulusan AAL tahun 1995 itu berharap warisan sejarah kejayaan maritim Nusantara dapat dimaknai oleh mahasiswa sekarang supaya memiliki semangat dalam mewujudkan Poros Maritim Dunia. Ia menegaskan visi luhur itu tak akan tercapai tanpa didukung oleh semua pihak terutama generasi mudanya.

"Mahasiswa sebagai agent of change dan social life harus memiliki karakter maritim yang kuat. Kemudian harus memiliki penguasaan IPTEK dan kemampuan dalam mengelola SDA kita yang melimpah agar tidak dikuasai oleh asing," tegasnya.

Penulis buku Kodrat Maritim Nusantara ini menyebut, Indonesia khususnya wilayah timur masih memiliki cadangan migas sebesar 200 milyar barel. Hal itu selain menjadi potensi juga menjadi ancaman buat Indonesia karena akan menjadi incaran dunia.

"Panglima TNI berkali-kali bicara ini. Pada tahun 2043, penduduk dunia yang mencapai 12 milyar jiwa akan mengalami krisis energi dan pangan. Maka dari itu mereka akan mengincar negara-negara yang dilewati oleh garis khatulistiwa," bebernya.

Sementara itu, Kepala BRSDM KKP, Zulficar Mochtar menyampaikan soal pencapaian-pencapaian yang sudah dilakukan oleh KKP dalam bidang pengelolaan SDA. Ia juga mengungkapkan hal itu tidak lepas dari dukungan semua pihak termasuk TNI AL.

"Kita sudah menenggelamkan lebih dari 400 kapal ikan asing. Itu bukan hal yang mudah karena kita harus berhadapan dengan banyak mafia. Tetapi dengan apa yang kita lakukan itu stok ikan kita meningkat dan tangkapan nelayan bertambah," ujar Zulficar.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada mahasiswa agar terus semangat memperjuangkan maritim dalam visi besar Poros Maritim Dunia. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia itu selama ini aktif membangun semangat maritim bagi para mahasiswa.

"Kalau dulu Bung Karno katakan, berikan aku 10 pemuda untuk memerdekakan bangsa ini maka sekarang kita bisa sebut berikan 10 pemuda untuk membangun Poros Maritim Dunia," tandasnya yang diikuti oleh riuh tepuk tangan dari para audiens.

Saat dibuka sesi tanya jawab, kedua pembicara pun dihujani pertanyaan-pertanyaan yang kritis dari para mahasiswa. Hal itu memperlihatkan baik mahasiswa Sultan Nuku maupun mahasiswa yang tergabung dalam IMTSI memiliki semangat serta rasa ingin tahu yang luar biasa terhadap wawasan kemaritiman Indonesia.

Kedua narasumber pun dapat menjawab seluruh pertanyaan dengan baik dan berharap tetap berlanjut komunikasinya agar tidak terputus. Karena di antara puluhan mahasiswa yang hadir, banyak yang tidak mendapat kesempatan bertanya.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Ilmiah dan Kongres Nasional ke-V IMTSI yang dihadiri oleh seluruh cabang IMTSI. Antara lain berasal dari DKI Jakarta, Banten, Sumatera Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Bali, Maluku dan Maluku Utara.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply