Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » IPC Bengkulu Gandeng GAPKI Bangun Terminal Curah Cair


PEMUDA MARITIM – PT Pelabuhan Indonesia II/IPC Cabang Bengkulu melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Terminal Curah Cair di kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu dalam rangka meningkatkan produktifitas dengan menggunakan fasilitas yang modern.

Pembangunan Terminal Curah Cair tersebut, merupakan realisasi agenda pengembangan Pelabuhan Bengkulu, yang juga bagian dari komitmen IPC Cabang Bengkulu terhadap program dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP) sesuai keputusan Menteri Perhubungan Nomor 898 Tahun 2016 tanggal 29 Desember 2016.

Ground breaking terminal curah cair diresmikan langsung oleh Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah serta dihadiri oleh Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC, Saptono Rahayu Irianto, Direktur SDM & Hukum IPC, Rizal Ariansyah serta Jhon Irwansyah Siregar, Ketua GAPKI Daerah Bengkulu.

Terminal Curah Cair dibangun di atas lahan HPL seluas 17 hektar milik IPC yang pelaksanaannya menggandeng dan bekerjasama dengan mitra utama yaitu GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia). Kerjasama bertujuan mendukung secara penuh perkembangan industri Curah Cair.

Menurut GM IPC Cabang Bengkulu, Drajat Sulistyo, IPC sebagai perusahaan jasa kepelabuhanan berkomitmen melakukan pengembangan. Keberadaan Terminal Curah Cair akan menjadi penopang pengembangan bagi layanan di Pelabuhan Pulau Baai Provinsi Bengkulu.

Adapun fasilitas Terminal Curah Cair diproyeksikan akan mempunyai tangki penimbunan curah sebanyak 19 unit berkapasitas daya tampung sebesar 3.000 ton/tangki, serta mampu melayani kurang lebih 2 juta ton/tahun.

Mekanisme penanganannya, akan dilakukan dengan cara melakukan unloading dari truck yang mengangkut CPO ke tangki penimbunan. Sehingga, tidak lagi dilakukan kegiatan pemuatan secara langsung dari truck ke kapal.

Apabila menggunakan tangki timbun, maka kegiatan pemuatan CPO tidak lagi memakan waktu lama, karena sudah menggunakan fasilitas tangki penimbunan. Selain itu, diharapkan dapat memberikan rangsangan positif kepada seluruh pelaku usaha industri CPO untuk berkembang.

Sebelum dibangunnya terminal yang khusus menangani barang jenis curah cair ini, IPC Cabang Bengkulu sudah melayani penanganan dan pelayanan cargo curah cair jenis CPO (Crude Palm Oil). Namun masih dilakukan secara konvensional dengan metode truck lossing.

Metode truck lossing dilakukan dengan cara pengangkutan cargo CPO menggunakan kendaraan truck, lalu dimuat ke kapal secara konvensional di Dermaga Pelabuhan.

"Akibatnya, bila tetap memakai cara truck loosing maka setiap pemuatan CPO yang dilakukan di Pelabuhan Pulau Bengkulu, memakan waktu lama, karena fasilitas yang digunakan masih konvensional dan tidak memadai," pungkasnya.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply