Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Petisi Rakyat Maloku Kie Raha, Inspirasi untuk Membangun Bangsa


PEMUDA MARITIM – Beberapa hari lalu, Sultan Tidore Husain Syah secara resmi telah membuka Nuku World Festival II 2017 di Kedaton Kesultanan Tidore, Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Dalam kesempatan tersebut, Sultan Tidore juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghargai sejarah dan para pahlawan atau tokoh asal Maluku Utara yang telah berdedikasi buat kepentingan orang banyak.

Bukan hanya Sultan Nuku yang sudah diangkat menjadi pahlawan nasional, tetapi para tokoh lainnya juga perlu menyandang gelar yang sama. Mereka antara lain adalah Sultan Tidore Zainal Aiding Syah, Tuan Guru Imam Abdillah Bin Qadhi Abdusalam, Sultan Baabullah dan Iskandar Jabir Syah dari Ternate, Kapita Banau dari Jailolo, serta Sultan Muhammad Usman Syah dari Bacan.

Ditandai dengan penandatangan Petisi Rakyat Maloku Kie Raha, Sultan Tidore beserta masyarakat Tidore yang diwakili oleh para tokoh masyarakat menuntut penghargaan dan tempat yang pantas bagi para Sultan dan tokoh Kie Raha yang telah berjuang melawan penjajah.

"Kepeloporan para sultan dan tokoh Kie Raha dalam melawan imperialisme, membela martabat rakyat dan membangun peradaban telah memberikan inspirasi bagi kita semua,"ujar Sultan Tidore dalam sambutannya.

Maloku Kie Raha sendiri merupakan sebutan untuk Maluku Utara yang memiliki empat kesultanan besar yakni Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo. Banyak para sultan dan tokohnya yang telah mendermakan hidupnya untuk melawan penjajahan yang mengakibatkan kesengsaraan rakyat.

Sultan Tidore selanjutnya berharap Nuku-Nuku muda akan terlahir pada generasi saat ini. Di mana era perjuangan saat ini ialah bagaimana dengan kepeloporan para pahlawan bisa meningkatkan harkat dan martabat hidup masyarakat.

"Meskipun negeri-negeri lain menyebut Tidore sebagai negeri yang besar, cuma kami tegaskan bahwa Tidore merupakan bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,"tegasnya.

Dalam ceramah singkatnya itu, Sultan Tidore yang baru kembali dari Afrika Selatan bercerita soal kepahlawanan Tuan Guru Imam Abdillah Bin Qadhi Abdusalam yang diangkat menjadi pahlawan nasional di negara beribukota Pretoria tersebut.

"Anak-anak kecil di sana (Afrika Selatan-red) mengetahui semua Tuan Guru dan mereka juga tahu negeri Tidore asal Tuan Guru. Meskipun mereka tidak pernah menginjakan kaki ke sini, tetapi nama Tidore di Afrika Selatan begitu harum," ungkapnya.

Harapannya, agar semangat itu juga diwarisi oleh generasi muda Tidore khususnya dan Indonesia pada umumnya. Karena hanya dengan menghargai para pahlawan maka energi positif untuk membangun bangsa saat ini akan semakin tersalurkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ternyata tokoh Tidore bukan hanya menginspirasi perjuangan bangsa Indonesia tetapi telah menginspirasi perjuangan Afrika Selatan sehingga melahirkan tokoh dunia seperti Nelson Mandela.

Petisi ini merupakan inisiasi dari Garda Nuku yang diketuai oleh Abdullah Dahlan. Garda Nuku merupakan organisasi pengkaderan pemuda yang menjaga dan merawat nilai-nilai perjuangan Sultan Nuku dalam melawan penjajah.

Dalam membangun Indonesia sebagai bangsa maritim yang besar dengan berdasarkan Pancasila, maka nilai-nilai perjuangan dari para tokoh Maluku Utara menjadi aura yang baik untuk diresapi oleh generasi saat ini.

Hadir di acara ini, di antaranya Sultan Ternate Syarifuddin Sjah, Wali kota Ternate Burhan Abdurahman yang juga sebagai pelindung dan penasehat Garda Nuku, Sekretaris Daerah kota Tidore Kepulauan Thamrin Fabanyo, Anggota DPRD dan Forkompinda Kota Tidore.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply