Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Volume Bongkar Muat Triwulan III di Pelindo 1 Tumbuh 32,46 %


PEMUDA MARITIM – Volume bongkar muat PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo 1) menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga triwulan III tahun 2017, realisasi bongkar muat barang mencapai 38.699.967 ton atau tumbuh hingga 32,46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 29.216.718 ton.

Sedangkan kunjungan kapal, baik dalam call maupun GT (Gross Tonage) meningkat. Dimana realisasi trafik kunjungan kapal selama triwulan III tahun 2017 tercatat 47.814 call, naik 3,04% dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 46.402 call.

Peningkatan tersebut setara dengan 107.109.443 GT, meningkat 1,71% dibandingkan pencapaian tahun Triwulan III tahun 2016 lalu sebesar 105.304.846 GT.

Menurut ACS Humas Pelindo 1, Fiona Sari Utami, bahwa peningkatan angka realisasi bongkar muat yang cukup signifikan disebabkan peningkatan kegiatan bongkar muat kayu dan batu bara; peningkatan kegiatan impor komoditi pupuk curah, minyak sawit, gandum, gula pasir, dan besi; serta peningkatan kegiatan antar pulau bongkar komoditi batu bara, jagung, semen bag, dan semen curah.

Selain itu, lanjut Fiona, volume bongkar muat peti kemas juga menujukkan peningkatan. Realisasi bongkar muat peti kemas selama triwulan III tahun 2017 mencapai 688.781 box, atau tumbuh 0,88% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 682.769 box.

Dalam rangka ekspansi bisnisnya, Pelindo 1 memiliki program rintisan layanan peti kemas di pelabuhan-pelabuhan utama terutama pelabuhan ibu kota Propinsi yakni Pelindo 1 akan membangun terminal rintisan dengan tujuan menumbuhkembangkan ekonomi daerah.

Investasi terus dilaksanakan di seluruh wilayah operasional Pelindo 1, termasuk Pelabuhan Peti Kemas Belawan guna mempercepat layanan bongkar muat, termasuk tengah dilakukan pembangunan dermaga sepanjang 700 meter mengarah ke laut lepas, yang dibagi dua fase pekerjaan.

Fase I dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan sepanjang 350 meter, dan fase II sepanjang 350 meter dikerjakan PT Prima Terminal Petikemas yang merupakan anak usaha gabungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Proyek pembangunan Terminal Multipurpose di Pelabuhan Kuala Tanjung sudah mencapai 94,75% untuk sisi laut dan 74,85% untuk sisi darat. Pelabuhan Kuala Tanjung diproyeksikan menjadi hub internasional di kawasan barat Indonesia yang akan mulai beroperasi Maret 2018.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply