Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » » » APMI Jateng Gelar Bedah Buku Reborn Maritim Indonesia di Hari Dharma Samudera


Pemberian Hadiah Buku Reborn Maritim Indonesia kepada para audien yang beruntung


PEMUDA MARITIM –  Bertepatan dengan Hari Dharma Samudera yang diperingati setiap tanggal 15 januari, Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Maritime Talk dengan membedah buku Reborn Maritim Indonesia karya pengamat ekonomi perikanan Witjaksono. Berlangsung di Gedung Universitas Stikubank Kampus Mugas, Jl. Tri Lomba Juang, Semarang, 15 Januari 2018.

Dikutip dari maritimnews.com, Hari Dharma Samudera yang diperingati setiap tahun untuk mengenang Pertempuran Laut Aru, gugurnya Sang Patriot Bangsa, Komodor Yos Sudarso.

Pada peristiwa tersebut salah satu kapal perang Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) yaitu Rl Matjan Tutul tenggelam dan mengakibatkan gugurnya Deputi I KSAL Komodor Yos Sudarso beserta sekitar 25 anak buah kapal (ABK) Rl Matjan Tutul. Peristiwa ini selanjutnya dikenang sebagai Pertempuran Laut Aru.

Peristiwa Pertempuran Laut Aru yang terjadi 55 tahun silam merupakan dampak dari konfrontasi Indonesia – Belanda akibat sengketa Irian Barat. Pertempuran ini merupakan jawaban dari Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) yang didengungkan oleh Bung Karno di Yogyakarta 19 Desember 1961. Trikora ialah  (1) Gagalkan pembentukan Negara Boneka Papua buatan Belanda Kolonial, (2) Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia; dan (3) Bersiaplah untuk mobilisasi umum untuk mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa.





**
Witjaksono didalam bukunya mengusung suatu konsep ideologi mengenai kelautan dan perikanan Indonesia. Tertuang 3 poin penting dibuku Reborn Maritim Indonesia, sama halnya seperti Trikora.  Tiga poin yang dimaskud tertuang dalam SEKTI, merupakan kepanjangan dari Sistem Ekonomi Kelautan Indonesia Terpadu

Tiga point SEKTI ialah (1) Melakukan pendataan terhadap seluruh kapal serta perizinannya, (2)Bongkar muat kapal ikan di Gerang akhir yang dilengkapi TPI; dan (3) Sistem perbankan pada setiap transaksi. 

Witjaksono dalam bukunya, juga menggagas mengenai data kapal (jenis, jumlah) yang melalui laut Indonesia setiap waktunya, jenis ikan yang dihasilkan dilaut Indonesia berapa jumlahnya dan berapa nilainya benar-benar didata, sehingga data yang dihasilkan dapat benar-benar realtime. Sehingga program Tol laut yang dicanangkan pemerintah dapat benar-benar terwujud dengan pembangunan yang merata hingga ke nelayan-nelayan kecil. 

"Fakta bahwa saat ini pemerintah Indonesia mewacanakan Tol Laut, saya mendukung konsep ini namun dalam pelaksananya saya menilai pemerintah belum maksimal" Ujar Mas Witjak, panggilan akrabnya

Lanjut Witjak, mengenai asal – usul mengapa Indonesia terlahir sebagai bangsa maritim beliau mengatakan bahwa dengan posisi laut Indonesia yang strategis haruslah dapat dimanfaatkan, namun dalam hal ini selalu tidak sinergis penerapannya dari hulu-hilir.

“ Pembangunan infrastruktur haruslah diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia, sehingga tidak ada lagi ketimpangan yang sering terjadi dan penerapan regulasi serta infrastruktur dapat merata secara nasional.” Tegas Mas Witjak

Hasil dari penjulan buku Reborn Maritim Indonesia sepenuhnya didonasikan untuk kegiatan Lentera Pesisir, sebuah gerakan kepemudaan untuk mengedukasi anak-anak pesisir di Kota Semarang.

***
Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia Wilayah Jawa Tengah melalui Sekjen nya I Gede Pradnya Subagia (Ige) menyampiakan bahwa  akan melangsungkan kegiatan Maritime Talk disetiap bulan pada tahun 2018 ini.

“Tujuan diadakan Maritime Talk ini adalah untuk melibatkan stakeholder dalam merumuskan suatu solusi untuk kelautan Indonesia secara komprehensif nantinya." Tutup Ige

Sumber: Humas APMI Jateng

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply