Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Kembangkan Potensi SDM Kepelabuhanan, IMLC dan ABUPI Kembali Bersinergi Gelar Diklat


PEMUDA MARITIM – Visi pemerintahan Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, secara langsung menuntut pihak-pihak yang terkait di dalamnya memiliki peran yang signifikan dan strategis.

Pelabuhan dalam aktivitasnya mempunyai peran penting dan strategis untuk pertumbuhan industri dan perdagangan serta merupakan segmen usaha yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional. Hal ini membawa konsekuensi terhadap pengelolaan segmen usaha pelabuhan tersebut agar dalam pengoperasiannya dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan profesional.

Persaingan global saat ini, menuntut kita untuk menjadi negara yang memiliki kemampuan lebih untuk bersaing. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan kompetensi yang memenuhi berbagai standar internasional di bidang kepelabuhanan.

Indonesia Maritim Learning Center (IMLC) yang merupakan sebuah institusi penyelenggara pelatihan di bidang kemaritiman, bekerjasama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL) Kementerian Perhubungan, menyelenggarakan kegiatan Pendidikaan dan Pelatihan mengenai "Manajemen Operator Terminal dan Badan Usaha Pelabuhan" Angkatan ke IV pada tanggal 22–26 Januari 2018. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, Capt. Arifin Soenardjo, MHum.

Ketua Umum Asosisasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) Aulia Febrial Fatwa menyatakan dukungannya untuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) seperti ini, yang merupakan sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi para anggota ABUPI.

"Kami sangat mendukung dan menekankan kepada member ABUPI untuk selalu meningkatkan kualitas SDM yang profesional sebagai pengelola pelabuhan yang berdaya saing tinggi, salah satunya melalui diklat seperti ini," ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga berharap pelatihan ini mampu memenuhi tuntutan tersedianya sumber daya manusia siap pakai, yang merupakan efek langsung dari persaingan global yang semakin ketat.

"Menyadari persaingan yang semakin ketat dan tuntutan kualitas SDM yang siap pakai, dengan adanya pelatihan berbasis komptensi ini diharapkan mampu memenuhi tuntutan tersebut," tambahnya

Sementara itu, Direktur Utama IMLC Liana Trisnawati mengatakan bahwa penyelenggaraan diklat kali ini tidak saja diikuti oleh anggota ABUPI tetapi juga perusahaan yang belum menjadi anggota ABUPI dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain dari Aceh, Palembang, Banjarmasin, Berau, Samarinda, Sanggata, Madura, Banten, dan Jakarta.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum III Bidang SDM ABUPI Ariyanto Purboyo menekankan bahwa swastanisasi pelabuhan yang telah dibuka sejak tahun 2009 masih belum memenuhi harapan. Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sendiri masih didominasi oleh BUMN yang dalam hal ini adalah Pelindo.

"Apabila kita ambil secara keseluruhan terdapat sekitar 1.200 pelabuhan umum serta terdapat sekitar 1.200 pelabuhan khusus yang ada di Indonesia. Untuk pelabuhan umum sendiri, dari sekitar 1.200 pelabuhan tersebut, yang dikelola oleh Pelindo baru berkisar 114 hingga 115 pelabuhan. Diharapkan dengan adanya pelatihan seperti ini, muncul ahli-ahli kepelabuhan yang baru," ujarnya.

Selain diklat di bidang pengelolaan pelabuhan, IMLC juga menyelenggarakan diklat untuk manajemen logistik, shipping, serta bidang lain yang berhubungan dengan kemaritiman.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply